Untung Presidennya Prabowo Subianto
Oleh Mayjen TNI (Purn) Dr. Saurip KadiBERANGKAT dari isi pidato tahunan didepan Sidang Paripurna MPR RI pada hari Jum&039at tanggal 14
OPINI
JAKARTA - Peneliti senior bidang politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menilai sikap politik PDI Perjuangan (PDI-P) sebagai penyeimbang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak akan sekeras ketika mereka berhadapan dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2004–2014.
Menurut Lili, hubungan personal yang baik antara Megawati Soekarnoputri dan Prabowo, serta kesamaan ideologi antara PDI-P dan Partai Gerindra, menjadi alasan utama mengapa peran penyeimbang kali ini akan lebih "soft".
"PDI-P dalam memerankan sebagai penyeimbang mungkin tidak 'segalak dan garang' pada masa SBY. Bisa jadi nanti perannya soft, mengingat secara personal hubungannya baik dengan Pak Prabowo dan secara ideologi juga sama antara PDI-P dan Gerindra," kata Lili , Selasa (5/8/2025).
Meski demikian, ia menilai langkah politik PDI-P ini tetap layak diapresiasi. Di tengah sistem presidensial Indonesia yang tak mengenal istilah oposisi formal, kehadiran penyeimbang sangat penting sebagai mekanisme kontrol demokratis terhadap jalannya pemerintahan.
Lili juga menekankan bahwa keputusan PDI-P untuk berada di luar kabinet, tanpa bergabung dalam koalisi kekuasaan, mencerminkan komitmen terhadap prinsip-prinsip demokrasi.
"PDI-P tidak larut dalam bujuk rayu kekuasaan. Ini angin segar bagi demokrasi Indonesia," jelasnya.
Sikap ini pun disampaikan secara resmi oleh Megawati Soekarnoputri dalam pidato penutupan Kongres ke-6 PDI-P di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Sabtu (2/8/2025). Dalam pidatonya, Megawati menegaskan bahwa PDI-P tidak akan menjadi oposisi, tetapi juga tidak bergabung dalam koalisi pemerintahan. Mereka akan menjadi mitra penyeimbang.
"Kita adalah partai ideologis, berdiri di atas kebenaran, berpihak pada rakyat, dan bersikap tegas sebagai partai penyeimbang," tegas Megawati.
Lebih lanjut, ia menyatakan PDI-P akan mendukung kebijakan pro-rakyat, namun tetap bersuara lantang terhadap penyimpangan dari Pancasila dan keadilan sosial.
Langkah ini disebut sebagai wujud keberpihakan pada rakyat, bukan semata penempatan posisi dalam kekuasaan.*
(km/j006)
Oleh Mayjen TNI (Purn) Dr. Saurip KadiBERANGKAT dari isi pidato tahunan didepan Sidang Paripurna MPR RI pada hari Jum&039at tanggal 14
OPINI
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci penting bagi Indonesia
NASIONAL
BOGOR Suasana malam di Jalan Utama Perumahan Sunrise River, Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berubah mer
NASIONAL
JAKARTA Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Soleman B. Ponto mendorong pemerintah dan DPR membentuk Pengadilan Maritim.
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJAB TIMUR Warga RT 17 RW 04, Kelurahan Perjuangan 1, Kecamatan Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, menggelar turnamen lacak
NASIONAL
MEDAN Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Medan Arrahmaan Pane menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dar
PEMERINTAHAN
MEDAN Upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat di La
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden ke6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai arah pembangunan yang disiapkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto u
EKONOMI
MANGGARAI TIMUR Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah prioritas untuk men
NASIONAL
JAKARTA Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggar
NASIONAL