Praperadilan Yaqut Memanas, KPK Klaim Dua Alat Bukti dan Kerugian Rp 622 M
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap nilai kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 yang menjerat man
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA — Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pesan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas terhadap praktik buzzer yang dinilai berpotensi memecah belah bangsa.
Hal itu disampaikan Megawati dalam acara Serambi Pancasila dan Peluncuran Buku yang digelar di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), pada Senin (11/8/2025).
Dalam sambutannya, Presiden ke-5 RI itu menegaskan pentingnya ruang dialog yang sehat dan terbuka dalam kehidupan berdemokrasi.
Ia menolak keras praktik menyebar opini melalui jalur tidak bertanggung jawab, terutama oleh akun-akun buzzer yang kerap kali menebarkan provokasi dan informasi yang belum tentu benar.
"Saya sudah menitipkan pesan kepada Presiden Prabowo, agar segera menghentikan keberadaan buzzer-buzzer yang hanya membuat perpecahan di antara kita. Belum tentu apa yang disampaikan mereka itu sesuai kenyataan," ujar Megawati.
Lebih lanjut, Megawati mengajak masyarakat untuk lebih terbuka dalam menyampaikan kritik dan pendapat secara langsung, bukan melalui saluran-saluran yang justru memperkeruh suasana.
"Kalau tidak sependapat, sampaikan secara terbuka. Saya menghargai itu. Tapi jangan ngedumel di belakang. Mari kita bangun budaya berdiskusi yang sehat dan penuh etika," tegasnya.
Megawati juga menyampaikan keprihatinannya atas maraknya praktik buzzer yang dinilai bekerja semata-mata demi kepentingan tertentu, bukan untuk kemajuan bangsa.
"Saya ingin tahu siapa mereka. Kalau hanya demi uang, lalu apa yang terjadi pada bangsa ini ke depan? Ini bukan sekadar soal opini, ini soal arah dan masa depan kehidupan berbangsa kita," tambahnya.
Ia pun menegaskan bahwa kritik ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kehidupan demokrasi yang lebih sehat dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
"Saya tidak takut menyampaikan ini karena ini adalah bentuk dari kebenaran, kebenaran yang hakiki," pungkas Megawati.
Pernyataan Megawati tersebut mendapatkan perhatian luas dari publik, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap polarisasi sosial yang dipicu oleh informasi tidak sehat di ruang digital.*
(sn/a008)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap nilai kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 yang menjerat man
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Spanyol memuncak. Presiden AS Donald Trump mengancam akan memutus hubungan perd
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melakukan komunikasi intens dengan para pemimpin negaranegara Teluk menyusul serangan militer yang di
POLITIK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pekalongan
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJUNG BALAI Peringatan Dirgahayu ke107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) serta Dirgahayu ke76 Satuan Polisi Pamong Praja (
PEMERINTAHAN
DENPASAR TP PKK Provinsi Bali memperkuat sinergi kerja sama pemberdayaan perempuan dan program inklusi sosial bersama Konsulat Jenderal
NASIONAL
LABUSEL Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan sebagai wujud komitmen menghadirkan pemer
PEMERINTAHAN
LABUSEL Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Badan Narkotika Nasional (
PEMERINTAHAN
PANGKALPINANG Momentum Ramadan dimanfaatkan Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, untuk mempererat komunikasi dengan insan pers di
NASIONAL
MEDAN Pemerintah mempercepat pemulihan pascabencana melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
NASIONAL