Dalam pernyataan yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Rocky menyebut tindakan Rahayu sebagai bentuk tanggung jawab yang lahir dari kesadaran diri, bukan tekanan politik.
"Dia bisa saja hanya meminta maaf, tapi karena dia merasa telah menyakiti hati rakyat, dia memilih mundur. Ini sikap yang otentik dan menunjukkan kualitas moral seseorang," ujar Rocky, Kamis (11/9).
Rocky menilai keputusan tersebut bisa menjadi pedoman etik baru dalam perpolitikan nasional, terutama di tengah krisis kepercayaan publik terhadap elite politik.
"Ini momentum ketika manusia berbicara dengan nuraninya. Tindakan Rahayu menunjukkan harga diri dan kepekaan seorang wakil rakyat terhadap suara masyarakat," tambahnya.
Meskipun telah menyatakan mundur, Rahayu berharap masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan satu tugas legislasi yang tengah berjalan, yakni pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan di Komisi VII DPR RI.
"Izinkan saya untuk menyelesaikan satu tugas terakhir, yaitu pengesahan RUU Kepariwisataan. Ini adalah bentuk tanggung jawab saya kepada konstituen," ucapnya.
Rahayu juga menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada masyarakat yang telah memilihnya, khususnya di daerah pemilihan Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
"Saya mohon maaf jika saya mengecewakan Anda selama saya mengemban tugas ini," kata Rahayu.
Di akhir pernyataannya, ia memastikan dana aspirasi dari daerah pemilihan tetap akan digunakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, seperti pengadaan alat kesehatan, pelatihan wirausaha, dan pemberdayaan anak-anak.*