JAKARTA – Politikus seniorPartai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy alias Romi, melontarkan pernyataan tajam dan kontroversial soal sistem hukum dan penegakan keadilan di Indonesia.
Berbicara dari pengalaman pribadinya yang pernah terseret kasus hukum, Romi menyebut bahwa penjara bukanlah cerminan kesalahan, melainkan keniscayaan bagi politisi papan atas dalam kontestasi kekuasaan."Hukum dan penjara itu adalah alat untuk melakukan pengekangan terhadap pertarungan politik," ujar Romi dalam wawancara di kanal YouTube Hendri Satrio, yang tayang pada 23 September 2025.
Pernyataan ini jelas bertolak belakang dengan pandangan resmi lembaga penegak hukum, yang menegaskan bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia dilandasi oleh bukti dan asas keadilan.Dalam diskusi tersebut, Romi mengklaim bahwa 99 persen pejabat di Indonesia terlibat korupsi.
Menurutnya, perbedaan nasib antar pejabat bukan soal siapa yang korup atau tidak, tetapi lebih ditentukan oleh lima faktor non-hukum:- Besar kecilnya uang yang dikorupsi