Stok BBM Aman, Wali Kota Medan Ajak Masyarakat Beli Sesuai Kebutuhan
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Waas, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan.
EKONOMI
MEDAN – Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara menilai negara gagal melaksanakan amanat konstitusi dalam melindungi hak ulayat masyarakat adat.
Ketua LHKP PWM Sumut, Shohibul Anshor Siregar, menyebut kegagalan itu bersifat sistematis dan telah menimbulkan konflik agraria meluas dari Sumatera hingga Papua.
Dalam pernyataannya di Medan, Rabu (12 November 2025), ia menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk "pengulangan kezaliman kolonial dalam wajah modern."Baca Juga:
"Negara justru menempatkan kepentingan korporasi di atas hak masyarakat adat. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi pengkhianatan terhadap amanat konstitusi," kata Shohibul.
Shohibul menilai akar persoalan terletak pada pasal 18B ayat (2) UUD 1945, yang menjanjikan perlindungan terhadap masyarakat adat namun dibatasi oleh frasa "kepentingan nasional."
Menurutnya, frasa tersebut telah menjadi "celah legalisasi" bagi industri ekstraktif — mulai dari perkebunan sawit di Kalimantan, tambang di Papua, hingga industri pulp di Toba — untuk mengklaim wilayah adat."Kepentingan nasional diselewengkan menjadi kepentingan korporasi," ujarnya.
Shohibul menegaskan, pola subordinasi terhadap masyarakat adat ini bukan hanya terjadi di Toba, melainkan juga dialami masyarakat Dayak, Melayu, Malind, dan komunitas adat lainnya di seluruh Indonesia.
Muhammadiyah juga mengkritik Permendagri No. 52 Tahun 2014 tentang pengakuan masyarakat hukum adat yang dinilai tidak berpihak.
Shohibul menyebut, syarat administratif seperti keharusan memiliki peta skala besar dan dokumen tertulis justru menjadi mekanisme penolakan terselubung."Mayoritas sistem adat di Indonesia berbasis lisan dan genealogis, bukan administratif. Negara meminta bukti yang justru bertentangan dengan cara hidup mereka," tegasnya.
Akibatnya, wilayah adat kerap dikategorikan sebagai tanah negara, yang kemudian diberikan izin konsesi kepada korporasi. Warga adat yang mempertahankan tanah leluhur malah sering dikriminalisasi dengan tuduhan penyerobotan lahan.
-Moratorium izin ekstraktif di wilayah adat yang masih disengketakan, termasuk HGU, HPH, dan IUP.-Reformasi paradigma pengakuan hak adat, dengan dasar legitimasi historis dan sosial, bukan administratif.
-Harmonisasi undang-undang sektoral, khususnya UU Kehutanan dan UU Pertambangan, agar sejalan dengan UUPA dan Putusan MK No. 35/PUU-X/2012."Hak ulayat harus menjadi hak prioritas yang tak bisa dibatalkan oleh izin korporasi mana pun," tegas Shohibul.
Baca Juga:
Shohibul menutup pernyataannya dengan menyebut bahwa konflik agraria adalah ujian integritas moral bangsa."Selama negara menempatkan profit korporasi di atas martabat masyarakat adat, konflik agraria akan terus menjadi bom waktu nasional," ujarnya.
Pernyataan LHKP Muhammadiyah ini menjadi pengingat bahwa reformasi hukum agraria substantif masih menjadi pekerjaan besar negara di tengah meningkatnya ketimpangan kepemilikan lahan dan eksploitasi sumber daya alam.*(dh)
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Waas, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan.
EKONOMI
BINJAI Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, mewakili Wali Kota menghadiri kegiatan Safari Ramadhan yang menghadirkan p
AGAMA
BATUBARA Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus mendorong peningkatan transparansi dan efektivit
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai mengikuti rapat koordinasi penyerahan bantuan Kementerian Sosial Republik Indonesia bagi korban bencana hi
NASIONAL
BINJAI Anggota DPRD Kota Binjai Fraksi Partai PAN, Irwan, memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk berbagi kebaikan kepada masyar
NASIONAL
JAKARTA Dokter Richard Lee akhirnya ditahan Polda Metro Jaya pada Jumat (6/3/2026) setelah mangkir dari beberapa panggilan pemeriksaan t
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., bersama Wakil Bupati Syafrizal, S.E., M.AP., melakukan peletakan batu pe
PENDIDIKAN
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar peringatan Malam Nuzulul Qur&039an 1447 Hijriah di Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran
AGAMA
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau masyarakat dan pelaku pasar modal untuk tidak panik menanggapi penurunan Indeks
EKONOMI
DENPASAR Ribuan pecalang dari seluruh desa adat Bali mengikuti Gelar Agung Pacalang Bali Tahun 2026 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denp
NASIONAL