Penunjukan ini tertuang dalam Surat Keputusan DPP Nomor Skep-132/DPP/GOLKAR/XII/2025 yang ditetapkan pada 14 Desember 2025 dan ditandatangani Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia serta Sekjen Muhammad Sarmuji.
Sekjen Golkar, Muhammad Sarmuji, menegaskan bahwa pergantian Ijeck murni untuk kepentingan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sumut periode 2025-2030.
"Pergantian untuk kepentingan penyelenggaraan musda saja," ujar Sarmuji, Jumat (19/12). Meski demikian, Sarmuji memastikan Ijeck akan diberikan posisi baru di DPP Golkar.
"Pak Ijeck rencana ditarik menjadi pengurus DPP," tandasnya.
Penunjukan Plt ini memicu gejolak di internal DPD GolkarSumut. Ilhamsyah, mantan Sekretaris DPD, memilih mundur dari jabatannya dan menyatakan kekecewaannya terhadap pengelolaan organisasi yang dinilai tidak sehat dan didorong kepentingan pribadi.
"Kondisi ini saya lihat di Sumut, sengaja ada yang 'mem-framing' agar Ketua Ijeck disingkirkan dengan segala cara. Ini bukan bagian dari berdemokrasi, tapi pengebirian atas prestasi yang ditorehkan oleh seorang Ketua DPD," kata Ilhamsyah, Kamis (18/12).
Ilhamsyah juga menyoroti kegagalan komunikasi DPD Sumut dengan DPP terkait jadwal Musda yang semestinya digelar sejak Juni 2025.
Ia menilai aspirasi internal partai diabaikan dan menekankan pentingnya kader menggunakan hati nurani dalam menyikapi situasi tersebut.