BREAKING NEWS
Jumat, 14 Agustus 2026

Rupiah Ditutup di Rp17.002 per USD, Melemah Tipis 0,11 Persen

Nurul - Kamis, 02 April 2026 16:32 WIB
Rupiah Ditutup di Rp17.002 per USD, Melemah Tipis 0,11 Persen
ilustrasi. (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis sore (2/4/2026) tercatat melemah.

Rupiah ditutup di level Rp17.002 per USD, turun 19 poin atau 0,11 persen dibandingkan posisi Rp16.983 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya, menurut data Bloomberg.

Sementara itu, data dari Yahoo Finance justru menunjukkan rupiah menguat tipis tujuh poin ke level Rp16.990 per USD, sedangkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp17.015 per USD.

Baca Juga:

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump soal penarikan diri Washington dari konflik Timur Tengah dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Menurut Ibrahim, pasar menyeimbangkan harapan akan gencatan senjata dengan risiko gangguan pasokan energi yang berlanjut.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia surplus USD1,27 miliar pada Februari 2026.

Surplus ini menandai 70 bulan berturut-turut Indonesia mencatatkan neraca perdagangan positif sejak Mei 2020, ditopang terutama oleh komoditas nonmigas seperti lemak dan minyak hewani-nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Ekspor Indonesia pada Februari mencapai USD22,17 miliar atau naik 1,01 persen dibanding Februari 2025, sementara impor tercatat sebesar USD20,89 miliar, meningkat 10,85 persen secara tahunan.

Di sektor manufaktur, Purchasing Manager Index (PMI) Indonesia merosot ke 50,1 pada Maret 2026 dari angka 53,8 pada Februari, masih berada di zona ekspansi.

Penurunan output ini sebagian dipengaruhi kelangkaan bahan baku dan kenaikan harga material akibat konflik Timur Tengah dan gejolak ekonomi global.

Meskipun melemah tipis, pergerakan rupiah dianggap wajar oleh pelaku pasar yang menyeimbangkan faktor domestik dan global. Surplus perdagangan dan stabilitas PMI menjadi salah satu penopang ketahanan perekonomian nasional.*

(mt/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Hari Ini Jeblok, Seluruh Sektor Saham Kompak Turun
IHSG Ditutup Melemah 67 Poin ke 7.097, LQ45 dan IDX30 Ikut Turun
IHSG Ditutup Melemah 1,89 Persen ke 7.164, Mayoritas Saham Turun
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah pada Perdagangan Rabu
IHSG Dibuka Melemah di Level 7.097, Sektor Barang Baku dan Infrastruktur Terkoreksi
Sentimen Geopolitik dan Fiskal Tekan Rupiah, Kini Tersentuh Rp 16.971 per Dollar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru