BREAKING NEWS
Selasa, 24 Februari 2026

Video Zulhas Makan Diserang Netizen, DPRD DKI: Itu Pelanggaran Privasi Pejabat Negara!

Adelia Syafitri - Selasa, 23 Desember 2025 22:13 WIB
Video Zulhas Makan Diserang Netizen, DPRD DKI: Itu Pelanggaran Privasi Pejabat Negara!
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (foto: zul.hasan/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim menilai tindakan mengunggah foto atau video seseorang yang sedang makan, lalu merundungnya di media sosial, sebagai perilaku yang tidak etis dan melanggar privasi.

Apalagi jika subjek yang direkam merupakan pejabat negara.

"Mengunggah dan menyebarluaskan orang yang sedang makan itu pelanggaran privasi, apalagi subjeknya seorang pejabat negara," kata Lukman di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Baca Juga:

Pernyataan itu disampaikan Lukman menanggapi beredarnya foto dan video Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang kemudian menjadi sasaran perundungan warganet.

Menurut Lukman, fenomena tersebut mencerminkan kemunduran etika di ruang publik.

Sebagai politisi, Lukman mengaku merasa risih dengan maraknya praktik perundungan yang merambah hingga ke ruang privat seseorang.

Ia khawatir, jika perilaku semacam itu terus dibiarkan, lama-kelamaan akan dianggap wajar dan mengikis nilai etika dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kalau dibiarkan, publik akan terbiasa melihat perundungan sebagai sesuatu yang normal," ujarnya.

Lukman menegaskan bahwa tindakan semacam itu tidak bisa dibenarkan dengan dalih kebebasan berpendapat.

Menurut dia, kebebasan berekspresi tetap memiliki batas, terutama ketika sudah menyentuh ranah privasi dan martabat seseorang.

"Itu cara murahan yang dipakai untuk mendegradasi citra seorang tokoh," kata dia.

Selain itu, Lukman juga menyesalkan adanya penggiringan opini yang mengaitkan momen makan tersebut dengan narasi pesta pora atau makan berlebihan.

Menurutnya, hal itu justru mencederai tradisi lokal, seperti tradisi "hidang" di rumah makan Padang dan "meuhidang" di Aceh, yang berakar pada nilai penghormatan kepada tamu.

Tradisi tersebut, kata Lukman, mencerminkan budaya berbagi, kebersamaan, dan ketulusan masyarakat Sumatra dalam menyambut tamu.

Mengaitkan tradisi itu dengan citra negatif dinilai sebagai bentuk ketidakpahaman terhadap adat dan budaya setempat.

"Tempatkan persepsi sesuai konteksnya. Pahami dan hormati adat istiadat serta tradisi yang hidup di masyarakat," ujarnya.

Belakangan, media sosial diramaikan oleh unggahan video Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat berada di Aceh untuk meninjau langsung korban banjir bandang dan longsor.

Video tersebut pertama kali diunggah akun Instagram Sate Tubaka yang menampilkan Zulkifli Hasan makan dalam suasana santai sebagai bentuk jamuan dan ucapan terima kasih dari pemilik rumah makan.

Namun, unggahan itu kemudian berkembang menjadi sasaran kritik hingga perundungan oleh warganet. Isu tersebut menyebar luas dan memicu beragam komentar, termasuk caci maki.

Hingga kini, Zulkifli Hasan belum memberikan tanggapan langsung terhadap polemik yang berkembang di ruang digital tersebut.*


(at/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menhaj Khawatir Pelunasan Haji 2026 Terganggu, Keberangkatan Ditunda ke 2027 Akibat Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
20 Advokat Baru di Banda Aceh Disumpah, Ketua PT: Jadilah Advokat Progresif
BNPB: Korban Tewas Bencana Hidrometeorologi di Sumatra dan Aceh Capai 1.112 Orang
Persaja dan PSF Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh
MPW Pemuda Pancasila Sumut Salurkan Bantuan Tahap Kelima untuk Korban Banjir di Sumut
Kapolda Aceh Tegaskan Polri Harus Tetap Hadir di Tengah Bencana, Pelayanan Publik Tak Boleh Terhenti
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru