JAKARTA – Wakil Menteri (Wamen) Hak Asasi Manusia (HAM), Mugiyanto, mengungkapkan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) yang berlatar belakang HAM di Kementerian HAM masih sangat terbatas.
Hal ini menjadi catatan penting bagi lembaga tersebut dalam upaya memperkuat kapasitas dan kualitas pengelolaan HAM di Indonesia.
Dalam acara Kaleidoskop Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 yang digelar pada Senin (5/1/2026), Mugiyanto menyampaikan bahwa meskipun Pusat Pengembangan (Pusbang) SDM Kementerian HAM telah bekerja keras, namun masih banyak tantangan yang perlu dihadapi.
"Staf yang ada di Kementerian ini tidak semuanya memiliki latar belakang dalam bidang HAM. Bahkan yang berlatar belakang HAM itu minoritas," ujarnya.
Mugiyanto menambahkan bahwa pada tahun 2026, Kementerian HAM harus fokus untuk memperkuat dan mengembangkan kapasitasSDM, khususnya di Kantor Wilayah (Kanwil) yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan tugas di tingkat daerah.
"Ada tanggung jawab besar yang harus kita emban dan itu menjadi salah satu poin yang perlu kita tingkatkan," tambahnya.
Meski menghadapi tantangan dalam pengembangan SDM, Mugiyanto mengapresiasi capaian signifikan Kementerian HAM dalam waktu singkat, sejak diresmikan pada Oktober 2024.
Menurutnya, berbagai program dan kebijakan sudah terlaksana dengan baik, meski baru berjalan 15 bulan.
Mugiyanto menyoroti beberapa capaian penting, termasuk peluncuran program seperti Kampung Redam, Desa Sadar HAM, serta pengembangan Indeks Hak Asasi Manusia dan Satu Data HAM.
Selain itu, Kementerian HAM juga berhasil menggelar acara Pusrenbangham, yang pertama kalinya diadakan pada 2025.
Lebih jauh lagi, pencapaian luar biasa lainnya adalah Indonesia yang berhasil mendapatkan kepastian sebagai Presiden Dewan HAM PBB.
Posisi tersebut akan dikukuhkan pada 8 Januari 2026 di Jenewa, Swiss.
"Ini adalah hasil dari kerja sama luar biasa antara Kementerian HAM dan seluruh jajaran kementerian serta lembaga di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," ungkapnya.
Tantangan dan Rencana 2026
Meski mengungkapkan berbagai capaian, Mugiyanto tidak menutup mata terhadap tantangan yang masih dihadapi, terutama terkait dengan peningkatan kualitasSDM.
Kementerian HAM diharapkan bisa menambah jumlah staf yang berkompeten di bidang HAM, guna mendukung program-program yang lebih efisien dan efektif.
Ke depan, Mugiyanto berharap agar kementerian ini semakin presisi dalam menjalankan fungsinya, terutama dalam penguatan tata kelola yang lebih baik dan peningkatan pelayanan publik di sektor HAM.*