Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri (kanan), usai menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (31/8/2025). (foto: Antara/Galih Pradipta)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Pernyataan ini disampaikan oleh politikus senior partai tersebut, Seno Bagaskoro, dalam konferensi pers pada acara Rakernas I PDI Perjuangan di Beach City International Stadium (BCIS), Jakarta, pada Minggu, 11 Januari 2026.
Menurutnya, keputusan ini bukan keputusan mendadak, melainkan telah disepakati sejak setelah pemilu 2024 dan pelantikan Presiden Prabowo.
Namun, Seno menegaskan bahwa meski tidak menjadi bagian dari pemerintahan, PDI Perjuangan tetap akan berperan sebagai partai penyeimbang yang memberikan kritik konstruktif dan dukungan bila diperlukan.
Sebagai partai penyeimbang, PDIP dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam isu-isu tertentu, sekaligus mitra kritis untuk mengawasi kebijakan pemerintah agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
Seno menegaskan, sikap penyeimbang bukan berarti PDI Perjuangan selalu berseberangan dengan pemerintah.
Dalam situasi-situasi genting seperti bencana alam, PDI Perjuangan tetap berkomitmen untuk membantu negara dan rakyat.
"Kami mengirimkan dukungan dan bantuan sebanyak mungkin untuk daerah-daerah yang terdampak bencana, seperti Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh," jelasnya.
Namun, Seno juga menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak ragu untuk mengambil sikap yang berbeda dengan pemerintah, seperti yang terlihat dalam sikap mereka terhadap wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada).