Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep menghadiri pelantikan I Wayan Suyasa, mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Badung, sebagai Ketua DPW PSI Bali, Sabtu (24/1). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
BALI – Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep melantik I Wayan Suyasa, mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Badung, sebagai Ketua DPW PSIBali.
Pelantikan berlangsung di hadapan pengurus DPW dan DPD PSI se-Bali, Sabtu (24/1).
"Saya melantik saudara sekalian sebagai pengurus DPW dan DPD PSI se-Bali, saya serahkan pataka ini, ketua, saya titip PSI di Pulau Bali," kata Kaesang.
Kaesang berharap struktur DPW PSIBali yang baru dapat memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti latar belakang sebagian pengurus yang berasal dari berbagai partaipolitik, termasuk Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, dan Nasdem, yang akhirnya memilih merapat ke PSI.
"Bali harus jadi tempat yang baik untuk memelihara gajah," ujar Kaesang menyinggung logo PSI yang pertama kali terinspirasi dari Tabanan, Bali.
Meski PSI di Bali masih memiliki keterbatasan kursi, Kaesang menegaskan kader partainya harus memberi kontribusi lebih dibanding partai lain.
Sementara itu, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menekankan pentingnya menjaga budaya lokal dan adat istiadat Bali.
Menurutnya, kader PSI harus menghormati tokoh adat dan tidak bersikap seolah paling tahu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun risiko disorot media sosial.
"Persoalan adat istiadat ini saya minta khusus dijaga, jangan terjadi kesalahpahaman sejak awal, karena di Bali ada partai yang sangat kuat mengakar karena merawat itu," ujar Ahmad Ali.
Di sisi lain, Ketua DPW PSIBali terpilih I Wayan Suyasa menegaskan tekadnya untuk memenangkan PSI pada Pemilu 2029.
"Kalau di Bali kita bicara puputan, artinya kita bersiap mati. Sebelum menang, kita tidak akan menyerah untuk bertanding melawan teman-teman partai lain," kata Suyasa.