MAKASSAR — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Makassar, Jumat (30/1/2026), diwarnai aksi penolakan terhadap kehadiran Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi).
Aksi ini mencerminkan kritik publik yang meningkat terkait relasi kekuasaan dan dinamika partaipolitik pasca-masa jabatan Jokowi.
Rakernas PSI yang digelar di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Tamalate, sedianya menghadirkan Jokowi, ayah dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.
Kehadiran Presiden menimbulkan reaksi dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat).
Massa aksi menggelar demonstrasi di badan jalan, membakar ban, dan menyuarakan orasi penolakan.
Mereka juga membentangkan spanduk dengan pesan kritis, salah satunya bertuliskan: "Sulsel Tidak Tunduk Pada Raja Jawa, Menolak Dijadikan Kandang Gajah, Adili Jokowi."
Akibat aksi tersebut, aktivitas publik terganggu. Kemacetan panjang terjadi di sepanjang Jalan AP Pettarani hingga pertigaan Jalan Sultan Alauddin.
Aparat kepolisian terlihat berupaya mengendalikan situasi dan mengurai arus lalu lintas yang tersendat.
Situasi sempat memanas ketika beberapa kader PSI keluar dari area hotel dan mendekati massa demonstran, memicu dorong-mendorong singkat.
Polisi dan kader PSI lainnya turun tangan untuk mencegah eskalasi.
Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron, terdengar meminta kader partainya kembali ke area kegiatan.
Selain menolak kehadiran Jokowi, massa aksi juga menuntut pencopotan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal PSI.