BREAKING NEWS
Senin, 02 Februari 2026

Dino Patti Djalal Nilai Indonesia Tak Perlu Bayar Iuran Rp 16 Triliun untuk Board of Peace

Adam - Sabtu, 31 Januari 2026 20:23 WIB
Dino Patti Djalal Nilai Indonesia Tak Perlu Bayar Iuran Rp 16 Triliun untuk Board of Peace
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal. (Foto: @dinopattidjalal / IG)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTAMantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal menilai Indonesia tidak perlu memaksakan diri membayar iuran sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 16,7 triliun kepada Board of Peace, dewan perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menurut Dino, kontribusi Indonesia dalam upaya penyelesaian konflik Gaza seharusnya difokuskan pada pengiriman pasukan perdamaian, yang justru merupakan kebutuhan paling krusial dalam rencana pembebasan Gaza.

"Mengirim pasukan itu saja sudah cukup bagi Indonesia, bahkan lebih dari cukup," kata Dino dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, Sabtu, 31 Januari 2026.

Baca Juga:

Ia mengingatkan agar Indonesia tidak bersikap berlebihan dengan menyumbang pasukan sekaligus membayar iuran besar kepada organisasi yang arah dan tujuannya belum jelas. Dino menegaskan, rakyat Palestina tidak pernah meminta Indonesia menyumbang dana sebesar itu.

"Yang menghancurkan Gaza bukan Indonesia, tetapi Israel," ujarnya.

Dino juga mengkritik wacana keanggotaan permanen Indonesia dalam Board of Peace.

Menurut dia, status tersebut bukanlah keharusan maupun prestasi, bahkan berpotensi membawa risiko besar bagi politik luar negeri Indonesia.

Ia menilai Board of Peace berpeluang menjadi institusi multilateral yang diprivatisasi dan sepenuhnya dikendalikan oleh Donald Trump.

"Ke depan, kita tidak tahu Board of Peace akan menjadi seperti apa. Ini juga berisiko mengecilkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Dino.

Ia menyinggung rekam jejak Trump dalam kebijakan luar negeri yang dinilainya agresif dan sepihak.

Karena itu, Dino menyarankan pemerintah Indonesia tidak tergesa-gesa mengalokasikan anggaran triliunan rupiah hanya demi meredam ancaman tarif impor dari Amerika Serikat.

"Masalah tarif jangan dikaitkan dengan perjuangan Palestina. Politik luar negeri kita harus ditujukan untuk memerdekakan Palestina, bukan untuk mengambil hati Donald Trump," ucapnya.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
HUT ke-74 APINDO, Shinta Kamdani Dorong Dunia Usaha Mendorong Ekonomi Berdampak dan Inklusif
Sjafrie Sjamsoeddin Sebut Diskusi Prabowo dan Tokoh Nasional Tekankan Pentingnya Transparansi APBN dan Pemberdayaan Rakyat
Investor Asing Ramai-Ramai Jual Aset, Indonesia Kehilangan Rp12,55 Triliun Modal dalam Sepekan
Ketua MPR RI: Bangsa Indonesia Berutang Budi kepada NU
Polemik 'New Gaza': Mengapa Indonesia Harus Gabung Board of Peace?
Perbedaan Pandangan PBNU dan MUI soal Dewan Perdamaian Gaza: Dukungan Strategis Indonesia vs Kritik Neokolonialisme
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru