Inara Rusli Ganti Nama Jadi Inara Sati, Ungkap Dua Putranya Didiagnosis ADHD dan Autisme
JAKARTA Selebgram Inara Rusli, yang kini memilih menggunakan nama panggung baru, Inara Sati, kembali mencuri perhatian publik dengan cerit
ENTERTAINMENT
BALI — Jagat media sosial kembali diramaikan oleh narasi yang beredar dari akun Facebook atas nama Putu Artha.
Beberapa unggahannya soal dugaan "pemain gas oplosan" menjadi viral dan menyedot perhatian publik, menimbulkan respons beragam mulai dari dukungan hingga kritik tajam dari berbagai kalangan.
Namun, di tengah derasnya arus informasi, sejumlah sumber di Buleleng menilai narasi tersebut bukan sekadar bentuk kepedulian terhadap masyarakat.Baca Juga:
Dugaan muncul bahwa konten ini berpotensi menjadi panggung politik untuk membangun citra Putu Artha menjelang pencalonan sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
"Intinya cari nama," ujar salah satu sumber yang enggan disebut identitasnya.
Sejumlah dinamika masa lalu Putu Artha kembali diungkit, termasuk dukungan yang pernah diterimanya untuk posisi komisioner di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat.
Namun, menurut narasi yang berkembang, hubungan tersebut berbalik arah saat pihak yang dulu membantu menjadi sasaran serangan.
Selain itu, Putu Artha juga kerap melontarkan kritik terhadap Gubernur Bali, khususnya terkait pengelolaan sampah—isu yang masih menjadi persoalan krusial di berbagai daerah.
Kritikan ini dipandang sebagian pihak sebagai kontrol sosial yang sah, namun oleh pihak lain dianggap sebagai strategi membangun positioning politik.
Fenomena ini memantik pertanyaan: apakah narasi tersebut murni gerakan moral membongkar dugaan pelanggaran, atau bagian dari strategi membangun elektabilitas politik?
Publik kini menjadi penilai utama di tengah arus informasi yang saling bertentangan.
Isu "gas oplosan" tetap merupakan persoalan serius yang menyangkut kepentingan masyarakat luas dan penegakan hukum.
Di saat yang sama, masyarakat dituntut cermat membaca motif di balik setiap narasi yang viral di ruang digital.
Perang opini mungkin tak terelakkan, namun transparansi dan fakta menjadi kunci agar publik tidak sekadar menjadi penonton, tetapi penilai yang kritis dan objektif.*
(ad)
JAKARTA Selebgram Inara Rusli, yang kini memilih menggunakan nama panggung baru, Inara Sati, kembali mencuri perhatian publik dengan cerit
ENTERTAINMENT
JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menegaskan bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut terh
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil lima saksi dari biro perjalanan atau travel agent terkait dugaan korupsi d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapoksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, menilai bahwa rancangan UndangUndang (RUU) Pera
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Oce Madril mengusulkan pembentukan lembaga khusus yang akan mengelola aset ra
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi serius isu yang beredar di kalangan internal Kementerian Keuangan (Kemen
EKONOMI
JAKARTA Komisi III DPR kembali mengundang sejumlah pakar untuk memberikan masukan terkait Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset,
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Bobby Nasution mengumumkan penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Presiden ke10 dan ke12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), melalui kuasa hukumnya, melaporkan ahli digital forensik Ri
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, menyampaikan respons terhadap usulan Presiden ke6 Republik Indonesia, Sus
NASIONAL