Pernyataan itu disampaikan Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, di Pandeglang, Banten, Kamis, 26 Februari 2026, menanggapi kritik dari PDI-P yang menilai dana pendidikan seharusnya difokuskan murni pada pendidikan.
Menurut Ahmad Ali, MBG menjadi program penting bagi banyak anak sekolah yang mengandalkan makan bergizi setiap hari.
Ia menekankan bahwa penghentian program tersebut akan menambah beban orang tua dan mengurangi kesempatan anak-anak memperoleh nutrisi yang memadai.
"Kalau MBG dihentikan, sadar tidak teman-teman PDI-P, berapa banyak anak-anak yang akan kekurangan makanan bergizi? Selama ini, banyak anak yang setiap hari menggantungkan hidupnya pada program ini," ujar Ahmad Ali.
Ahmad Ali menambahkan, penggunaan dana pendidikan untuk MBG sudah menjadi kesepakatan antarfraksi DPR pada tahun 2025.
Ia menekankan pentingnya pengawasan program agar tepat sasaran, terutama oleh Komisi X DPR. Menurutnya, MBG masih dalam tahap uji coba dan pemodelan sehingga memerlukan dukungan semua pihak, bukan hanya kritik.
Esti menilai dana pendidikan seharusnya digunakan untuk kebutuhan pendidikan murni, bukan dialokasikan untuk program lain, meskipun tetap dalam postur 20 persen belanja negara.
"Anggaran MBG dari APBN memang menggunakan anggaran pendidikan, namun tidak menambah postur keseluruhan. Posisi dana MBG tetap dalam alokasi 20 persen dari total belanja negara," ujar Esti.
Persoalan ini menyoroti perdebatan antara menjaga program sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan anak dan menjaga fokus penggunaan anggaran pendidikan.
PSI meminta agar pengawasan dan perbaikan program MBG dilakukan bersama, sehingga manfaatnya tetap dirasakan anak-anak sekolah.*
(k/dh)
Editor
: Dharma
PSI Bela MBG: Anak-anak Bisa Kelaparan Jika Program Ini Dihentikan