BREAKING NEWS
Rabu, 15 April 2026

Kaesang Disapa “Gus” saat Safari Ramadhan ke Kediaman Rois Syuriah PWNU DKI

Dharma - Sabtu, 28 Februari 2026 12:45 WIB
Kaesang Disapa “Gus” saat Safari Ramadhan ke Kediaman Rois Syuriah PWNU DKI
Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep, mengunjungi pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, KH Muhiddin Ishaq, di kawasan Cipete, Jumat (27/2/2026) malam. (foto: Dok. PSI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep bersilaturahmi ke kediaman Rois Syuriah PWNU DKI Jakarta, KH Muhiddin Ishaq, di Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026) malam.

Dalam kunjungan tersebut, Kaesang didampingi sejumlah elite PSI, antara lain Ahmad Ali, Raja Juli Antoni, dan Isyana Bagoes Oka.

Usai pertemuan di kediaman Ishaq, rombongan diajak menuju Pondok Pesantren Miftahul Ulum yang diasuh Ishaq, tak jauh dari lokasi.

Baca Juga:

Di hadapan para santri, Ishaq menyebut kedatangan Kaesang sebagai tamu istimewa.

Ia memanggil Kaesang dengan sebutan "Gus", panggilan yang lazim digunakan di kalangan pesantren untuk putra kiai.

"Malam ini kita kedatangan tamu yang luar biasa. Seorang ketua umum partai yang masih muda, saya panggilnya tadi Gus," ujar Ishaq.

Ia menjelaskan, panggilan tersebut juga terkait dengan posisi mertua Kaesang sebagai Wakil Ketua Muslimat NU Jakarta.

Menanggapi sambutan itu, Kaesang menyampaikan terima kasih atas nasihat dan masukan yang diberikan. Ia berjanji akan kembali bersilaturahmi untuk meminta wejangan.

"Kami dari PSI mengucapkan terima kasih atas segala nasihat dan masukan. Izin, Pak Kiai, mungkin nanti kami bakal sering ke sini untuk minta nasihat lagi," kata Kaesang.

Ketua Harian PSI Ahmad Ali menyebut kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadhan sekaligus upaya menjadikan kiai dan ulama sebagai rujukan moral bagi kader partai.

"Ini menjadi pandu untuk kader-kader PSI. Apalagi PSI selalu dipersepsikan agak ke kiri," ujar Ali.

Ia mengakui, kegiatan partai di ruang-ruang keagamaan kerap dinilai sebagai aktivitas politik. Namun menurutnya, politik dan kegiatan sosial tidak dapat dipisahkan sepenuhnya.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ternyata Ini Alasan NDP Belum Serahkan 20 Persen Lahan Eks PTPN ke Negara
Wardatina Mawa Resmi Layangkan Gugatan Cerai di PA Medan, Insanul Fahmi Kaget
Jaksa Tegaskan Lahan Citraland Milik PTPN II, Bukan NDP: Peralihan HGU Jadi HGB Bermasalah
Minta Prabowo Bertaubat Politik, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Saya Jadi Orang Pertama yang Dukung!
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Sabtu 28 Februari 2026: 1 Gram Rp3,28 Juta
Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden oleh Kiai dan Santri di Klender, Ini Respons PSI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru