"Bukan tidak mungkin jabatan Ketua DPD dan DPCMedan ditinjau ulang oleh DPP karena keduanya mempertontonkan 'pembangkangan' sehingga terjadi situasi tidak kondusif," ujar Tongam kepada wartawan, Jumat (27/3), di Medan.
Persoalan internal ini, menurut Tongam, bermula dari sikap Ketua terpilih Hasyim yang tidak mengakomodir Robi Barus dan David Roni Sinaga sebagai anggota personalia yang ditetapkan DPP.
Bahkan, langkah Rapidin dan Hasyim melantik Boydo dan Fuad Akbar sebagai sekretaris dan bendahara DPC diduga dilakukan tanpa persetujuan DPP, sehingga SK kepengurusan DPD dan DPCMedan hingga kini belum keluar.
"Kami menyesalkan berlarutnya persoalan ini. Soliditas partai terpecah dan konsolidasi di tingkat PAC terkesan dipaksakan. Rapidin dan Hasyim kurang memiliki spirit kebersamaan dan loyalitas partai," kritik Tongam.
Dalam upaya mengembalikan stabilitas internal, Tongam mengusulkan agar Masinton Pasaribu menjabat Ketua DPDPDIPSumut menggantikan Rapidin, dan posisi Ketua DPCMedan diisi oleh Robi Barus, yang memiliki rekam jejak militansi dan loyalitas terhadap partai.
Menurutnya, langkah ini penting untuk memperkuat soliditas partai di Sumatera Utara.
"Kami berharap DPP dapat meninjau ulang kepemimpinan di Sumut agar PDIP kembali solid dan menjadi contoh demokrasi partai yang sehat," tambah Tongam.*
(ad)
Editor
: Raman Krisna
Rapidin dan Hasyim Dinilai Timbulkan Konflik Internal, Kader PDIP Usulkan Masinton Pasaribu Pimpin DPD Sumut dan Robi Barus Jadi Ketua DPC Medan