BREAKING NEWS
Sabtu, 04 April 2026

Said Didu Klaim EO Sarang Korupsi, Gerindra: Logika Sesat yang Merusak Ekonomi Kreatif

Nurul - Sabtu, 04 April 2026 09:38 WIB
Said Didu Klaim EO Sarang Korupsi, Gerindra: Logika Sesat yang Merusak Ekonomi Kreatif
mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu(kiri) dan Kawendra yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gekrafs(kanan). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pernyataan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, yang menyebut industri Event Organizer (EO) sebagai "sarang korupsi" menuai pro dan kontra di berbagai kalangan.

Dalam sebuah program televisi, Said Didu menegaskan bahwa jika pemerintah benar-benar ingin menghemat anggaran, mereka harus menghilangkan acara yang melibatkan EO, yang menurutnya menyumbang anggaran seremonial hingga Rp30 triliun per tahun di seluruh Indonesia.

"Kickback yang tempat korupsi paling aman, kickback paling besar adalah EO. Itu harus dicabut," ujar Said Didu dalam acara yang dipandu oleh Aiman Witjaksono, pada Sabtu pagi (4/4/2026).

Baca Juga:

Tanggapan Fraksi Gerindra: Logika Sesat dan Berbahaya

Pernyataan tersebut segera memicu reaksi keras dari banyak pihak, salah satunya Kawendra Lukistian, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra.

Kawendra yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menyebut pernyataan Said Didu sebagai logika yang sesat dan berbahaya.

Menurut Kawendra, industri EO justru merupakan salah satu pilar penggerak ekonomi Indonesia, menciptakan lapangan pekerjaan baru, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

"Industri Event Organizer (EO) adalah industri yang jelas-jelas menggerakkan ekonomi bangsa. Sesat logika yang disampaikan oleh yang bersangkutan tentu sangat berbahaya," kata Kawendra melalui akun Instagram pribadinya, Jumat (3/4/2026).

Kontribusi Besar EO untuk Ekonomi Nasional

Kawendra juga menyoroti fakta bahwa industri EO telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian, dengan nilai Rp128 triliun terhadap PDB nasional. Industri ini juga melibatkan lebih dari 12.800 pelaku UMKM dan lebih dari 270.000 pekerja profesional di sektor event.

Tak hanya itu, sektor ini juga memberikan kehidupan bagi jutaan freelancer yang bergantung pada sektor ekonomi kreatif ini.

"Industri EO bukan beban anggaran, melainkan penggerak ekonomi kreatif yang nyata. Logika sesat seperti yang disampaikan oleh Said Didu ini bisa merusak citra sektor ekonomi kreatif di Indonesia," lanjut Kawendra.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Setelah Divonis Bebas, Amsal Sitepu Pimpin Gekrafs Karo, Ini Alasan Kawendra
RDPU Komisi III DPR, Gekrafs Minta Perlindungan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif
Kak Na Hadiri Buka Puasa Bersama Gekrafs Aceh, Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif
Klarifikasi Candaan Logo Kancil, Dasco: Itu Spontan, Bukan untuk PSI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru