BREAKING NEWS
Kamis, 06 Agustus 2026

Ade Armando Bingung soal Pernyataan Jubir JK: Apa yang Bisa Jadi Pelajaran?

Nurul - Kamis, 07 Mei 2026 16:13 WIB
Ade Armando Bingung soal Pernyataan Jubir JK: Apa yang Bisa Jadi Pelajaran?
Pegiat media sosial, Ade Armando. (Foto: Dok. PSI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Pegiat media sosial Ade Armando merespons pernyataan juru bicara Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah, yang menyebut kasus dugaan pemotongan ceramah JK bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Ade mempertanyakan maksud pernyataan tersebut dan mengaku tidak memahami pelajaran apa yang dimaksud dalam kasus yang menyeret namanya itu.

"Apa yang bisa jadi pelajaran dari kasus saya?" kata Ade Armando saat dihubungi, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga:

Ade tidak menjelaskan lebih jauh mengenai tanggapannya. Ia hanya menegaskan dirinya tidak memahami maksud pernyataan jubir JK tersebut.

"Saya tidak mengerti," ujarnya.

Sebelumnya, Ade Armando memutuskan mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah dirinya dilaporkan ke polisi oleh 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.

Laporan itu berkaitan dengan dugaan pemotongan video ceramah Jusuf Kalla yang kemudian ramai di media sosial.

Juru bicara JK, Husain Abdullah, mengatakan pengunduran diri Ade Armando dari PSI merupakan urusan internal partai. Namun, ia menilai kasus tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

"Karena itu, ini pelajaran buat siapa pun. Bukan hanya kepada Ade Armando," kata Husain.

Menurut Husain, praktik pembohongan publik yang dinilai menyerupai agitasi dan propaganda untuk menggiring opini sesat seharusnya dihentikan.

"Praktik-praktik pembohongan publik seperti itu, yang menyerupai praktik agitasi dan propaganda yang bertujuan menggiring opini sesat, untuk pembunuhan karakter terhadap seseorang, hendaknya dihentikan," ujarnya.

Kasus tersebut sebelumnya menjadi sorotan publik setelah video ceramah Jusuf Kalla diduga dipotong dan tersebar di media sosial hingga memicu polemik.*

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kasus Korupsi Jalan di Sumut Dikembangkan, Eks Kadis PUPR Topan Ginting Diperiksa KPK
Wali Kota Medan Tekankan Peran Media sebagai Pengawal Program Pemerintah, Soroti Kredibilitas Pemberitaan
Jaksa Ungkap Modus Perubahan Skema Pembayaran di Kasus Korupsi Inalum–PASU
Bupati Sitaro Chyntia Kalangit Jadi Tersangka Korupsi Dana Bantuan Bencana, Harta Kekayaan Capai Rp11,8 Miliar!
Tiga Bos KoinWorks Ditahan Kejati DKI, Diduga Manipulasi Kredit Rp600 Miliar
Kompolnas Bakal Bisa Selidiki Polisi Nakal, Bahkan Ikut Jadi Hakim Sidang Etik!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru