Acungkan Egrek ke Abang Ipar, Pria di Purwodadi Diamankan Polsek Sunggal
MEDAN Seorang pria berinisial M. Iqbal Lubis, 29 tahun, diamankan personel Polsek Sunggal setelah diduga mengacungkan senjata tajam jeni
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Polemik pertemuan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dengan peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI asal Kalimantan Barat terus menuai sorotan. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, menilai langkah Gibran mengundang para peserta ke Istana Wakil Presiden hanya untuk mencari perhatian publik atau pansos.
Kritik tersebut disampaikan Guntur Romli usai pertemuan Gibran dengan siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra atau Ocha, bersama rekan-rekannya di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Menurut Gun Romli, Gibran tidak memberikan sikap tegas terkait dugaan kecurangan dalam lomba cerdas cermat yang sempat viral di media sosial.Baca Juga:
"Tidak ada sikap yang disampaikan terkait dugaan kecurangan itu. Jadi terkesan hanya ingin pansos," ujar Gun Romli dalam pernyataannya, Jumat (15/5/2026).
Ia juga menyindir kabar bahwa Gibran memberikan pelatihan public speaking dan debat kepada peserta lomba tersebut. Gun Romli menilai langkah itu tidak menjawab inti persoalan yang sedang diperdebatkan publik.
Bahkan, ia kembali menyinggung pernyataan lama Gibran yang sempat salah menyebut asam folat menjadi asam sulfat dalam pembahasan nutrisi ibu hamil.
"Teknik debat apa yang mau diajarkan?" sindirnya.
Selain mengkritik langkah Gibran, Gun Romli turut menyinggung proses pencalonan Gibran sebagai wakil presiden yang sebelumnya menuai polemik terkait putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90.
Sebelumnya, Gibran menerima para peserta LCC Empat Pilar MPR RI di Istana Wapres secara tertutup. Dalam pertemuan itu, Gibran disebut memberikan motivasi, tips public speaking, hingga teknik berbicara di depan umum kepada para siswa.
Josepha Alexandra mengaku senang mendapat kesempatan bertemu langsung dengan orang nomor dua di Indonesia tersebut. Ia menyebut pertemuan itu menjadi motivasi untuk terus belajar dan berprestasi.
Kasus ini bermula dari viralnya dugaan ketidakadilan dalam lomba cerdas cermat tingkat Kalimantan Barat. Salah satu kelompok peserta disebut mendapat pengurangan poin meski memberikan jawaban benar, sementara kelompok lain mendapat poin penuh dengan jawaban serupa.
Polemik tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu berbagai reaksi publik.*
(tm/dh)
MEDAN Seorang pria berinisial M. Iqbal Lubis, 29 tahun, diamankan personel Polsek Sunggal setelah diduga mengacungkan senjata tajam jeni
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto belum menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sebagai bencana nasional. Menteri K
NASIONAL
BALIKPAPAN Foto Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas&039ud saat berada di Singapura menjadi perbincangan di media sosial. Pemer
NASIONAL
MEDAN Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Islam AlHikmah (Yaspetia) Medan mengadukan lambatnya penanganan laporan dugaan perampasan aset
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui pelacakan kontak pasien dan pemeriksaan kesehatan
KESEHATAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau pembangunan trotoar di Jalan Juanda dan Jalan Merak Jingga untuk meningkatkan ke
PEMERINTAHAN
ACEH BESAR Warga Ulee Kareng dan sekitarnya mengeluhkan kondisi Jalan T. Nyak Arief yang rusak parah dan dipenuhi lubang. Kerusakan jala
NASIONAL
LAMPUNG SELATAN TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama unsur keamanan pelabuhan menggagalkan dugaan pengiriman 4.364 cartridge liquid vape y
HUKUM DAN KRIMINAL
YOGYAKARTA Indonesia bersama negaranegara ASEAN memperkuat kerja sama pengembangan koperasi pertanian untuk mendukung swasembada pangan
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Pengamat politik Samuel F. Silaen mengkritik arah penyelenggaraan negara yang dinilainya perlu lebih berfokus pada penyelesaian p
NASIONAL