Asap Berbahaya Masih Menyelimuti Lokasi Kebakaran, Rico Waas Minta Warga Segera Mengungsi
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau lokasi kebakaran pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Gang Pe
PEMERINTAHAN
MEDAN– Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menilai pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang menyebut adanya indikasi pelanggaran HAM dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak tepat jika ditinjau dari perspektif hak asasi manusia.
Menurut Sugiat, program MBG justru merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memenuhi hak-hak dasar masyarakat, khususnya hak atas pangan, hak bebas dari kelaparan, serta hak untuk meningkatkan kualitas hidup.
"Program MBG adalah salah satu bentuk pemenuhan hak ekonomi dan sosial masyarakat yang menjadi tanggung jawab negara. Karena itu, tidak tepat jika program ini langsung disimpulkan sebagai pelanggaran HAM," kata Sugiat dalam keterangannya, Rabu, 17 Juni 2026.Baca Juga:
Ia menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk menekan angka stunting dan malnutrisi yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Dalam perspektif HAM, kata dia, negara memiliki kewajiban aktif untuk memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar, termasuk pangan yang layak dan bergizi.
Sugiat mengakui pelaksanaan Program MBG masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Namun, menurutnya, persoalan tata kelola maupun adanya penyimpangan dalam implementasi program tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai pelanggaran HAM.
Menurut dia, evaluasi terhadap pelaksanaan program memang perlu dilakukan agar manfaatnya semakin optimal. Namun evaluasi tersebut seharusnya difokuskan pada perbaikan mekanisme dan pengawasan, bukan pada kesimpulan bahwa program tersebut melanggar hak asasi manusia.
Ia juga menyoroti pernyataan Komnas HAM yang di satu sisi menyebut adanya indikasi pelanggaran HAM, tetapi di sisi lain hanya merekomendasikan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut. Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar antara temuan hasil kajian dengan kesimpulan adanya pelanggaran HAM.
Sugiat berpendapat bahwa penilaian mengenai pelanggaran HAM seharusnya didasarkan pada proses pemantauan, penyelidikan, dan pemeriksaan yang komprehensif terhadap suatu peristiwa. Sementara itu, isi pernyataan Komnas HAM yang beredar dinilai lebih mencerminkan hasil kajian dan penelitian.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis mendapat perhatian positif dalam berbagai forum internasional, termasuk dalam agenda sampingan Sidang Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa pada Maret 2026.
Menurut Sugiat, program serupa di berbagai negara justru dipandang sebagai bentuk investasi negara dalam pemenuhan hak atas pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, ia berharap perdebatan mengenai Program MBG dapat difokuskan pada upaya penyempurnaan pelaksanaan program agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.*
(ds/dh)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau lokasi kebakaran pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Gang Pe
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan apresiasi kepada Maluku Medan Bersatu (MMB) yang telah menunjukkan kepedulian so
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea angkat bicara terkait berbagai kritik yang belakangan diarahkan kepada Sekretaris Kabinet (
NASIONAL
MONTERREY Timnas Jepang tampil perkasa saat menghadapi Tunisia pada laga Grup F Piala Dunia 2026. Samurai Biru sukses meraih kemenangan te
OLAHRAGA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) tetap dalam k
NASIONAL
DAIRI Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Nasional SidikalangMedan, tepatnya di Dusun Invaliden, Desa Peg
PERISTIWA
JAKARTA Polemik posisi partai penyeimbang yang disematkan kepada PDI Perjuangan kembali memanas di ruang politik nasional. Sejumlah el
POLITIK
BANDA ACEH Satu korban insiden ledakan di Kapal Aceh Hebat (AH) 2, Fakhri Herdieco, meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di
PERISTIWA
MEDAN Kebakaran pabrik plastik dan mainan di kawasan Medan Johor, Kota Medan, hingga Minggu (21/6/2026) siang masih belum sepenuhnya pad
PERISTIWA
JAKARTA Tiga negara dipastikan sudah lebih dulu mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menyelesaikan matchday kedu
OLAHRAGA