Heboh Isu 2 Desa Masuk Malaysia, Mendagri Tito Karnavian Buka Fakta Sebenarnya
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi mengenai dugaan dua desa di I
NASIONAL
JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menanggapi beredarnya foto Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) saat mengikuti prosesi penyematan gelar adat "Baginda Pemuka Bangsa" di Lampung.
Foto tersebut menjadi perbincangan di media sosial karena memperlihatkan Jokowi meletakkan kaki di atas kepala kerbau dalam rangkaian prosesi adat.
Politikus PDIP, Guntur Romli, menilai foto tersebut memiliki makna simbolis.Baca Juga:
Menurut dia, tindakan itu mencerminkan sikap yang dikaitkannya dengan ambisi kekuasaan yang masih terus dipertahankan.
"Meskipun sudah menjadi presiden dua periode, menjadikan anaknya Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden melalui manipulasi di Mahkamah Konstitusi, menantunya Bobby Nasution sebagai Gubernur Sumatera Utara, serta Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI," kata Guntur Romli, Senin (29/6/2026).
Guntur juga menegaskan bahwa dalam prosesi tersebut Jokowi menginjak kepala kerbau, bukan kepala banteng yang menjadi lambang PDIP.
Menurutnya, kerbau dan banteng merupakan hewan yang berbeda meskipun sama-sama berasal dari subfamili Bovinae.
Ia mengatakan banteng merupakan satwa yang dilindungi sehingga tidak dijadikan hewan kurban ataupun tumbal.
Sementara itu, kerbau merupakan hewan ternak yang umum digunakan dalam berbagai tradisi adat di sejumlah daerah.
Selain itu, Guntur mengaitkan peristiwa tersebut dengan penelitian yang pernah dilakukan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam disertasinya mengenai pola kepemimpinan Jokowi.
Menurut Guntur, penelitian tersebut menyebut adanya konsep "segitiga populisme otoriter" (the triangle of authoritarian populism), yang disebut memadukan feodalisme, populisme, dan karakter Machiavellianisme dalam praktik politik.
"Ini memadukan feodalisme dengan mempersepsikan dirinya sebagai seorang raja; populisme dengan membagi-bagi amplop dan sembako untuk menarik rakyat; dan karakter Machiavelianisme yang menempatkan kekuasaan sebagai segala-galanya," ujar Guntur.
Foto yang beredar memperlihatkan Jokowi duduk di kursi khusus saat prosesi adat berlangsung dengan posisi kaki berada di atas kepala seekor kerbau berwarna hitam yang memiliki bulu putih di bagian mulut.
Gambar tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan di media sosial.
Sebagian warganet mengaitkannya dengan lambang PDIP yang berupa kepala banteng bermoncong putih, sementara pihak PDIP menegaskan bahwa objek dalam prosesi tersebut adalah kepala kerbau, bukan banteng.* (bb/ad)
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi mengenai dugaan dua desa di I
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah mulai menggulirkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun pada semester II 2026. Kebijakan yang mulai berlaku
NASIONAL
JAKARTA Programprogram strategis nasional yang dijalankan pemerintah diminta tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam jajak pendapat (polling) penentuan logo resmi Hari U
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Senin (29/6/2026). Bursa saham domestik melema
EKONOMI
JAKARTA Sengketa kepemilikan lahan seluas 3.710 meter persegi di Jalan Gelatik, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selat
NASIONAL
JAKARTA Anggota Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Ir. JP Latumahina, mendorong Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi menye
NASIONAL
JAKARTA Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kembali menggelar forum akademik The Colors of Commun
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meresmikan tiga fasilitas baru di lingkungan Polda Aceh, yakni Klinik P
NASIONAL
BANDA ACEH Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) resmi menjalin kerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertol
PENDIDIKAN