Tak Baca Teks Saat Pidato, Prabowo: Manusia Kalau Bikin Salah, ya Kita Minta Maaf Saja
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengaku kerap diingatkan oleh stafnya agar menyampaikan pidato sesuai dengan teks yang telah disiapkan
NASIONAL
MEDAN – Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Sumatera Utara, Taufan Agung Ginting, mendukung langkah sejumlah senior partai yang berencana menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk menyampaikan berbagai persoalan internal yang terjadi di tubuh DPD PDIP Sumut.
Menurut Taufan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola organisasi sekaligus menjaga nilai-nilai partai yang tertuang dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), kode etik, serta semangat demokrasi dan gotong royong.
"Bagus itu, yang penting delegasi senior partai yang berangkat menemui Ketua Umum Megawati Soekarnoputri membuka dengan terang benderang masalah tata kelola internal partai yang tidak lagi mencerminkan AD/ART Partai dan Kode Etik PDI Perjuangan," tegas Taufan Agung Ginting kepada wartawan, Rabu (22/7) di Medan.Baca Juga:
Ia mengatakan, rencana pertemuan para senior partai dengan jajaran DPP PDIP tersebut mendapat dukungan dari sejumlah kader di tingkat akar rumput.
Taufan mengaku menerima banyak komunikasi dari kader grass root yang berharap adanya evaluasi dan perbaikan terhadap kondisi internal partai di Sumatera Utara.
"Para kader disebut sangat berharap banyak dari upaya para senior partai untuk terjadinya perubahan dan perbaikan tata kelola partai," ujar Taufan.
Dalam kesempatan tersebut, Taufan juga menyoroti pentingnya penegakan aturan organisasi terhadap setiap kader maupun fungsionaris yang dinilai tidak menjalankan prinsip demokrasi partai.
Ia meminta agar setiap fungsionaris yang tidak akomodatif, tidak aspiratif, terlebih jika terbukti melakukan praktik politik uang atau money politik, diberikan sanksi tegas sesuai aturan organisasi.
Menurut dia, dugaan praktik money politik di internal partai, khususnya yang berkaitan dengan perebutan posisi struktural maupun jabatan legislatif, harus menjadi perhatian serius.
"Oknum-oknum fungsionaris yang berpraktik seperti itu wajib mendapatkan sanksi organisasi dari DPP PDI Perjuangan," ucapnya dengan nada tinggi.
Taufan menilai, penegakan disiplin organisasi penting dilakukan agar kepercayaan kader terhadap partai tetap terjaga dan nilai perjuangan partai tidak terkikis oleh kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap partai, Taufan juga memberikan masukan kepada DPP PDI Perjuangan agar melakukan evaluasi secara berkala terhadap jajaran pimpinan partai di daerah.
Ia mengusulkan agar sebelum menghadapi Pemilu Legislatif 2029, DPP melakukan evaluasi setiap enam bulan terhadap kepemimpinan DPD dan DPC PDIP di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Menurutnya, evaluasi rutin dapat menjadi langkah untuk memastikan roda organisasi berjalan sesuai aturan serta mendengar langsung aspirasi dari kader di tingkat bawah.
Taufan berharap seluruh pihak di internal partai dapat mengutamakan persatuan dan memperkuat kembali semangat gotong royong yang menjadi nilai utama PDI Perjuangan.* (ad)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengaku kerap diingatkan oleh stafnya agar menyampaikan pidato sesuai dengan teks yang telah disiapkan
NASIONAL
JAKARTA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap salah satu faktor yang diduga memicu kasus keracunan dalam program Makan Bergi
KESEHATAN
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Ario Bimo Nandito Ariotedjo atau Dito Ariotedjo
HUKUM DAN KRIMINAL
PANDEGLANG Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang hilang kontak saat melakukan pelipu
PERISTIWA
MEDAN Hujan deras yang mengguyur Kota Medan, Sumatera Utara, pada Rabu malam, 9 September 2026, menyebabkan sejumlah wilayah terendam ba
PERISTIWA
DELI SERDANG Juli Hartuti (49), mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, menggugat Bupati Deli
HUKUM DAN KRIMINAL
CIREBON Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkap sejumlah faktor yang dapat memicu perceraian dalam rumah tangga. Menurut dia, persoalan
NASIONAL
KARO Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada pertengahan Agustus 2026 terus mendapat p
KESEHATAN
KARO Siswi SMK Bersama Berastagi berinisial FP, 16 tahun, yang sebelumnya menjadi korban dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gr
KESEHATAN
JAKARTA Pakar hukum tata negara Denny Indrayana berencana mengajukan sengketa Pilpres 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis, 10 Se
HUKUM DAN KRIMINAL