Saya Mundur
OlehAndang SubahariantoPEMBACA yang budiman tentu bertanyatanya. Mengapa pejabat publik di banyak negara relatif gampang berkata, Saya mu
OPINI
JAKARTA — Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menegaskan organisasinya masih memberikan dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia juga menyebut hubungan Prabowo dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi masih berjalan baik.
Pernyataan itu disampaikan Budi Arie saat menghadiri perayaan HUT ke-12 Projo di Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu, 23 Agustus 2026.Baca Juga:
"Jadi soal hubungan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo, ya ini kan ada yang usaha adu domba, kan begitu. Menurut saya stop adu domba, karena kita ingin pemerintahan ini dibangun berbasis persatuan nasional," kata Budi Arie kepada wartawan.
Menurut Budi Arie, Indonesia saat ini menghadapi berbagai persoalan yang tidak ringan.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak mengesampingkan perbedaan dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
"Bahwa persatuan nasional ini penting, dan juga bagaimana sesama anak bangsa ini sama-sama kita bersatu untuk menyelesaikan berbagai problematika permasalahan bangsa dan rakyat. Karena tentu tantangan kebangsaan kita, kenegaraan kita hari ini tidak ringan di tengah berbagai gejolak yang terjadi di masyarakat," ucapnya.
Selain membahas hubungan Jokowi dan Prabowo, Budi Arie juga menanggapi dinamika politik terkait masa depan Jokowi di Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Budi Arie mengatakan Projo siap memberikan dukungan apabila Jokowi memutuskan terlibat dalam kepemimpinan PSI.
Namun, ia belum memberikan kepastian mengenai kabar yang menyebut dirinya akan bergabung dan menduduki posisi Sekretaris Jenderal PSI.
"Tunggu aja, kan mesti tanya Pak Jokowi, Pak Jokowi mau jadi Ketua Umum PSI apa enggak, gitu lho. Iya kan, tanyanya Pak Jokowi, 'Pak, Bapak mau jadi Ketua Umum PSI apa enggak Pak?' Gitu dong," ujar Budi Arie.
Ia mengatakan keputusan mengenai kepemimpinan PSI tetap berada pada Jokowi.
Jika Jokowi nantinya menjadi Ketua Umum PSI, Projo disebut akan memberikan dukungan.
"Kalau Projo itu, kalau Pak Jokowi jadi Ketua PSI, pasti Projo dari Sabang sampai Merauke seluruh Indonesia pasti dukung partainya Pak Jokowi," sambungnya.
Budi Arie mengatakan Projo hingga kini masih menunggu arah politik yang akan dipilih Jokowi.
Ia menyebut organisasinya siap mengikuti keputusan politik mantan presiden tersebut.
"Ya kita menunggu arahan dan perintah Pak Jokowi, begitu. Kalau Pak Jokowi jadi ketua umum, kita akan mendukung arah politik Pak Jokowi," imbuhnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi Projo yang tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, sembari membuka kemungkinan memberikan dukungan kepada Jokowi jika mantan presiden itu mengambil posisi penting di PSI.* (d/ad)
OlehAndang SubahariantoPEMBACA yang budiman tentu bertanyatanya. Mengapa pejabat publik di banyak negara relatif gampang berkata, Saya mu
OPINI
BATU BARA Bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat ditunjukkan oleh salah seorang pengusaha ponsel, Muhammad Mus
NASIONAL
BINJAI Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Binjai menggelar bakti sosial dengan membagikan 500 goni beras kepada wa
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh mengerahkan 1.820 personel untuk mengamankan pembukaan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi KeII Tahun 2026
NASIONAL
BANDA ACEH Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Aceh Kombes Pol. Said Anna Fauza mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi S
NASIONAL
BATU BARA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus berupaya meningkatkan kreativitas dan semangat warga binaan melalu
NASIONAL
JAKARTA Asalusul Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 19 Tahun 2023 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wacana pembentukan panitia khusus (pansus) di DPR untuk mendalami putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persyaratan pendidika
POLITIK
JAKARTA Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Zulfikar Arse Sadikin, menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan perselisi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Persaingan pasar ponsel global berubah drastis dalam 15 tahun terakhir. Nokia dan BlackBerry, dua merek yang pernah berjaya pada
SAINS DAN TEKNOLOGI