Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Karena itu, keberadaan Demokrat tidak semata-mata diukur dari posisi politik yang sedang ditempati.
"Dua puluh lima tahun pertama adalah sejarah. Dua puluh lima tahun berikutnya adalah tanggung jawab kita. Kita pernah di pemerintahan, di kekuasaan, dan kita pernah berada di luar kekuasaan," demikian penjelasan Demokrat.
Demokrat juga menyoroti pesan AHY kepada kader agar partai tidak hanya hadir ketika membutuhkan dukungan elektoral.
Menurut Demokrat, politik seharusnya diukur dari manfaat nyata yang diberikan kepada masyarakat.
Kursi yang diperoleh melalui pemilu bukan satu-satunya ukuran keberhasilan perjuangan politik.
AHY juga disebut meminta kader Demokrat yang saat ini berada di pemerintahan menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk melayani masyarakat.
"Jadi, keliru betul kalau statemen kekuasaan ada batasnya malah diartikan Ketum AHY membahas Pilpres 2029, dan malah dianggap sudah sibuk serta bersiap diri nyapres," tegas Demokrat.
Di tengah munculnya spekulasi mengenai Pilpres 2029, Demokrat menegaskan posisi politiknya saat ini tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Demokrat menyebut AHY secara terbuka menyampaikan dukungan terhadap sejumlah kebijakan prioritas pemerintah.
Di antaranya Program Sekolah Rakyat serta revitalisasi madrasah dan pondok pesantren.
Menurut Demokrat, program pendidikan tersebut penting untuk memperluas kesempatan anak-anak Indonesia memperbaiki masa depan melalui pendidikan.
Selain sektor pendidikan, AHY juga disebut mendukung langkah pemerintah dalam mencegah penyimpangan dan korupsi.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.