Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji mengungkap rencana Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk menghadapi Pemilu 2029.
Bahlil disebut tidak akan maju sebagai calon presiden (capres), melainkan mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg).
Sarmuji mengatakan Bahlil akan maju sebagai caleg pada Pemilu 2029.
Baca Juga:
Hal itu disampaikannya setelah muncul pernyataan bahwa Bahlil tidak akan mencalonkan diri sebagai capres.
"Pak Bahlil akan maju sebagai caleg," ujar Sarmuji, Minggu (20/9/2026).
Menurut Sarmuji, keputusan tersebut berkaitan dengan keinginan Bahlil untuk memberikan contoh kepada para menteri dari Partai Golkar agar ikut berperan dalam meningkatkan perolehan kursi partai di DPR.
"Ketum ingin memberi contoh kepada menteri dari Golkar agar ikut bertanggungjawab meningkatkan kursi DPR," imbuhnya.
Pernyataan mengenai rencana Bahlil maju sebagai caleg muncul setelah Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebut dirinya dan Bahlil tidak akan maju sebagai capres pada Pemilu 2029.
Zulhas menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam perayaan HUT ke-28 PAN di Jakarta International Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Zulhas mengatakan dirinya dan Bahlil memiliki kesamaan sebagai pendukung Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin disebut masih mempertimbangkan rencana untuk maju sebagai capres.
"Pak Presiden, sebenarnya Gus Muhaimin, Pak Bahlil, kami sama, Pak, pendukung cita-cita Bapak Prabowo. Cuma bedanya sedikit, Pak Bahlil sama saya mungkin enggak nyapres. Kalau Pak Muhaimin masih mikir-mikir, Pak," ujar Zulhas.
Saat Zulhas menyampaikan pernyataan tersebut, Bahlil terlihat tertawa. Cak Imin juga tertawa sambil mengangkat tangannya.
Zulhas kemudian menyampaikan bahwa dirinya dan Bahlil sepakat untuk membiarkan Prabowo tetap menjadi Presiden.
"Sahabat kami, Ketua Umum Partai Golkar Saudara Bahlil Lahadalia. Pak Bahlil, jadi ketum ini berat juga ya. Ketum partai berat. Apalagi jadi Presiden, Pak. Ketum saja berat. Apalagi jadi Presiden. Jadi saya kira saya dan Pak Bahlil sepakat, Presiden biar Pak Prabowo saja ya, Pak. Cocok?" imbuh Zulhas.
Rencana Bahlil maju sebagai caleg pada Pemilu 2029 bukan kali pertama disampaikan.
Pada Februari 2026, Bahlil juga pernah menyatakan dirinya berencana maju sebagai calon anggota DPR RI.
Sarmuji sebelumnya juga menyebut Bahlil akan maju melalui daerah pemilihan Papua, dengan alasan Bahlil tumbuh dan besar di wilayah tersebut.
Dengan pernyataan terbaru Sarmuji, rencana politik Bahlil untuk Pemilu 2029 yang disampaikan dalam sumber tersebut adalah maju sebagai calon legislatif, bukan sebagai calon presiden.* (km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.