Menlu Kecam Kekerasan Israel terhadap Relawan GSF: Langgar Hukum Internasional
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengecam keras dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan militer Israel terhadap relawan kemanusia
NASIONAL
bitvonline.com-CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan bahwa masa kejayaan media sosial sebagai ruang utama untuk berinteraksi dengan teman dan keluarga telah berakhir.
Pernyataan ini disampaikan dalam persidangan terkait gugatan Federal Trade Commission (FTC) terhadap dominasi Meta dalam industri jejaring sosial.
Zuckerberg mengakui adanya penurunan tajam dalam kebiasaan berbagi momen pribadi di Facebook. Ia juga menyebut bahwa jumlah penambahan teman baru di platform tersebut ikut menurun.
"Bahkan jumlah teman baru yang ditambahkan orang, saya rasa telah menurun," kata Zuckerberg, dikutip dari Ars Technica.
FTC menuduh Meta telah menyalahgunakan kekuatan pasarnya dengan mengakuisisi pesaing untuk mempertahankan monopoli hubungan sosial. Namun, Meta berdalih bahwa saat ini mereka justru menghadapi persaingan ketat dari platform seperti TikTok.
Perubahan Paradigma: Dari Koneksi ke Konsumsi Konten
Menurut Zuckerberg, perubahan besar terjadi pada cara orang berinteraksi secara online. Alih-alih berbagi unggahan pribadi di linimasa, orang kini lebih sering menyebarkan konten hiburan dari kreator lewat pesan pribadi.
"Sekarang sebagian besar interaksi terjadi melalui berbagi konten hiburan, bukan dari postingan teman dekat," tegasnya.
Meta pun menyesuaikan diri dengan tren ini dengan meluncurkan Reels, fitur video pendek yang terinspirasi dari TikTok. Zuckerberg bahkan mengakui bahwa TikTok kini lebih besar dibandingkan Facebook maupun Instagram.
Meski Meta menyatakan TikTok sebagai pesaing utama, hakim dalam persidangan meragukan apakah TikTok benar-benar menggantikan fungsi Facebook dalam membangun dan menjaga relasi personal.
Pakar hukum Kenneth Dintzer menilai Zuckerberg mencoba mengubah definisi media sosial untuk mengakomodasi perubahan ekosistem digital.
"Teori Zuckerberg adalah, jika seseorang membuka TikTok atau YouTube lalu mengirimkan kontennya ke teman, maka itu adalah bentuk baru media sosial," ujar Dintzer.
Meta sendiri menegaskan tidak berniat mengakuisisi TikTok karena pertimbangan geopolitik terkait kepemilikan perusahaan asal China tersebut.
Persidangan ini menjadi momen penting dalam meninjau kembali batas antara jejaring sosial dan platform konten serta bagaimana hukum memandang dominasi di ranah digital yang terus berkembang.*
(cb/j006)
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengecam keras dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan militer Israel terhadap relawan kemanusia
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan awal pekan, Senin (25/5/2026). IHSG tercatat naik 0,42 persen k
EKONOMI
JAKARTA Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 20242025, Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel, dijadwalkan membacakan nota pembel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto mengapresiasi langkah cepat diplomasi Pemerintah Indonesia dalam memulangkan s
NASIONAL
JAKARTA Partai Golkar mendorong pemerintah memastikan terpenuhinya hak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga mengalami keker
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan untuk menyelidiki penyebab ganggua
NASIONAL
JAKARTA Sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 akhirnya tiba di Tanah Air setelah semp
NASIONAL
MEDAN Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggerebek tempat hiburan malam New Zone di Kota Medan, Sumatera Utara, yang did
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah mencabut sebanyak 2.231 izin pengecer dan distributor pupuk subsidi bermasalah sebagai bagian dari langkah besar memb
EKONOMI
JAKARTA Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshal atau yang dikenal dengan nama Hercules, mengaku akan mendatangi rumah penulis Ahmad Bah
NASIONAL