
Pemkab Simalungun Salurkan 69 Ton Beras Premium ke 32 Kecamatan untuk Dukung Gerakan Pangan Murah
SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menyalurkan lebih dari 69 ton beras premium kepada masyarakat yang tersebar di 32 keca
EkonomiJAKARTA -Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan bahwa sebagian emas di kerak Bumi ternyata berasal dari kebocoran inti Bumi. Studi yang dipublikasikan di jurnal bergengsi Nature ini mengonfirmasi bahwa logam mulia seperti emas, platinum, dan rutenium keluar dari inti Bumi lalu terbawa ke permukaan melalui aktivitas vulkanik.
Temuan ini disampaikan oleh tim ilmuwan dari Universitas Göttingen, Jerman, yang dipimpin oleh ahli geokimia Nils Messling. Ia menyebut bahwa emas dan logam mulia lainnya bukan hanya hasil dari tumbukan meteorit, tetapi juga berasal dari lapisan dalam planet kita sendiri.
"Saat hasil pertama keluar, kami menyadari bahwa kami benar-benar telah menemukan emas," ungkap Messling. "Data kami mengonfirmasi bahwa material dari inti, termasuk emas, bocor ke mantel Bumi di atasnya."
Emas di Inti Bumi: Cukup Tutupi Bumi!
Menurut studi tersebut, lebih dari 99 persen emas di planet ini masih tertimbun di inti Bumi. Jumlahnya diperkirakan cukup untuk menutupi seluruh daratan di Bumi dengan lapisan emas setebal 50 sentimeter.
Proses "Iron Catastrophe" dan Perjalanan Emas
Ilmuwan menjelaskan bahwa unsur berat seperti emas tenggelam ke inti Bumi melalui proses geologi kuno bernama "iron catastrophe". Selanjutnya, aktivitas vulkanik membawa emas dari mantel ke permukaan, terutama di daerah hotspot seperti Hawaii.
Mereka menggunakan analisis isotop rutenium untuk membuktikan asal logam dari inti Bumi. Dengan teknik terbaru, para peneliti berhasil mendeteksi isotop rutenium-100 yang tak biasa dalam batuan vulkanik Hawaii, menandakan kebocoran dari inti.
"Penemuan ini membuktikan bahwa inti Bumi tidak benar-benar terisolasi seperti yang diperkirakan sebelumnya," tambah Messling.
Buka Peluang Studi Baru
Studi ini membuka kemungkinan bahwa unsur logam berat lainnya seperti paladium, rhodium, dan platinum juga mengalami kebocoran serupa. Ini menjadi landasan penting untuk eksplorasi geologi dan sumber daya alam di masa depan.*
(kp/j006)
SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menyalurkan lebih dari 69 ton beras premium kepada masyarakat yang tersebar di 32 keca
EkonomiTANGERANG Stand Kabupaten Simalungun mencuri perhatian pengunjung di ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2025 yang digelar di Indonesia Conven
EkonomiJAKARTA Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengingatkan bahwa aksi demonstrasi yang memanas da
EkonomiBOGOR Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara soal desakan agar dirinya mundur dari jabatannya, pasca insiden tewasnya pengemu
NasionalKARANGSAEM Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, kembali menekankan pentin
PemerintahanTAPSEL Masyarakat Kecamatan Sayurmatinggi, Tapanuli Selatan, tengah dihebohkan dengan insiden pelemparan mobil ambulance milik Puskesmas S
PeristiwaDENPASAR Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa Bali tidak akan mentoleransi perilaku warga negara asing (WNA) yang melanggar atura
PemerintahanBLITAR Pemerintah Kota Blitar bersama jajaran Forkopimda Kota Blitar mengikuti Zoom Meeting Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak SeIndones
BeritaJAKARTA Masyarakat dihebohkan dengan isu yang beredar di media sosial mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diklaim mengandung
EkonomiPADANG SIDIMPUAN Sebagai bentuk solidaritas, ratusan masyarakat dan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Padangsidimpuan menggelar sholat
Nasional