Akses Hukum Hingga Desa, Kemenkum Bali Percepat Harmonisasi Regulasi dan Posbankum
DENPASAR Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali menegaskan komitmennya untuk memastikan hukum benarbenar dirasakan manfaatnya ole
PEMERINTAHAN
JAKARTA -Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan bahwa sebagian emas di kerak Bumi ternyata berasal dari kebocoran inti Bumi. Studi yang dipublikasikan di jurnal bergengsi Nature ini mengonfirmasi bahwa logam mulia seperti emas, platinum, dan rutenium keluar dari inti Bumi lalu terbawa ke permukaan melalui aktivitas vulkanik.
Temuan ini disampaikan oleh tim ilmuwan dari Universitas Göttingen, Jerman, yang dipimpin oleh ahli geokimia Nils Messling. Ia menyebut bahwa emas dan logam mulia lainnya bukan hanya hasil dari tumbukan meteorit, tetapi juga berasal dari lapisan dalam planet kita sendiri.
"Saat hasil pertama keluar, kami menyadari bahwa kami benar-benar telah menemukan emas," ungkap Messling. "Data kami mengonfirmasi bahwa material dari inti, termasuk emas, bocor ke mantel Bumi di atasnya."
Emas di Inti Bumi: Cukup Tutupi Bumi!
Menurut studi tersebut, lebih dari 99 persen emas di planet ini masih tertimbun di inti Bumi. Jumlahnya diperkirakan cukup untuk menutupi seluruh daratan di Bumi dengan lapisan emas setebal 50 sentimeter.
Proses "Iron Catastrophe" dan Perjalanan Emas
Ilmuwan menjelaskan bahwa unsur berat seperti emas tenggelam ke inti Bumi melalui proses geologi kuno bernama "iron catastrophe". Selanjutnya, aktivitas vulkanik membawa emas dari mantel ke permukaan, terutama di daerah hotspot seperti Hawaii.
Mereka menggunakan analisis isotop rutenium untuk membuktikan asal logam dari inti Bumi. Dengan teknik terbaru, para peneliti berhasil mendeteksi isotop rutenium-100 yang tak biasa dalam batuan vulkanik Hawaii, menandakan kebocoran dari inti.
"Penemuan ini membuktikan bahwa inti Bumi tidak benar-benar terisolasi seperti yang diperkirakan sebelumnya," tambah Messling.
Buka Peluang Studi Baru
Studi ini membuka kemungkinan bahwa unsur logam berat lainnya seperti paladium, rhodium, dan platinum juga mengalami kebocoran serupa. Ini menjadi landasan penting untuk eksplorasi geologi dan sumber daya alam di masa depan.*
(kp/j006)
DENPASAR Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali menegaskan komitmennya untuk memastikan hukum benarbenar dirasakan manfaatnya ole
PEMERINTAHAN
DENPASAR Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali hadir di SMA Negeri 2 Denpasar untuk memberikan edukasi seputar hak paten dan pel
PENDIDIKAN
DENPASAR Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali memperkuat koordinasi internal untuk percepatan implementasi rencana aksi Tahun 2
PEMERINTAHAN
BINJAI Kalaksa BPBD Kota Binjai, Rudi Iskandar, ST, menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan di tengah bulan suci Ramadhan, Sen
PEMERINTAHAN
BATUBARA Aliansi Pemuda Desa Bersatu Indonesia (APDESU) kembali datangi Kantor Kejaksaan Negeri Batu Bara (Kejari) dalam rangka Aksi Unju
HUKUM DAN KRIMINAL
SERDANG BEDAGAI Sebuah pohon yang diduga lapuk tumbang dan menutupi sebagian badan Jalan Negara Lintas Sumatera, tepatnya di dekat Polse
PERISTIWA
TAPANULI SELATAN Dugaan interogasi oleh sekuriti PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJ Agri Siais) terhadap sejumlah karyawan di lo
NASIONAL
KABANJAHE Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, mengikuti rapat koordinasi tingkat tinggi secara virt
PEMERINTAHAN
MEDAN Anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara (Sumut), Irham Buana Nasution, menegaskan pentingnya penataan perdagangan oleh Pemerintah Kot
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Seorang mahasiswi berinisial NK, 18 tahun, yang merupakan anak yatim, diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang tenaga
HUKUM DAN KRIMINAL