BREAKING NEWS
Senin, 24 Agustus 2026

CEO OpenAI Peringatkan: AI Dapat Ambil Alih Pekerjaan Manusia, Bahkan Dokter Sekaligus

Adelia Syafitri - Selasa, 29 Juli 2025 08:13 WIB
CEO OpenAI Peringatkan: AI Dapat Ambil Alih Pekerjaan Manusia, Bahkan Dokter Sekaligus
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

WASHINGTON DC – Kecerdasan buatan (AI) semakin merambah kehidupan manusia dan terus mengalami perkembangan pesat.

CEO OpenAI, Sam Altman, menyampaikan kekhawatirannya terhadap potensi AI menggantikan peran manusia di sejumlah sektor pekerjaan, terutama dalam bidang layanan pelanggan dan kesehatan.

Pernyataan ini disampaikan Altman dalam forum Capital Framework for Large Banks, yang diselenggarakan oleh Dewan Gubernur Federal Reserve baru-baru ini.

Dalam paparannya, Altman mengungkap bahwa teknologi AI kini sudah mencapai kemampuan untuk mengelola tugas secara otomatis, cepat, dan minim kesalahan, sehingga berpotensi menggantikan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia.

"Sekarang Anda menelepon salah satu perangkat ini dan AI akan menjawabnya. Dia sudah seperti orang yang super cerdas dan cakap," kata Altman, mengacu pada kemampuan AI dalam layanan pelanggan.

Altman menilai sektor layanan pelanggan menjadi yang paling terdampak dalam gelombang otomasi AI.

Menurutnya, perangkat berbasis AI kini mampu menjawab pertanyaan pelanggan, menangani keluhan, hingga memberikan solusi secara cepat tanpa keterlibatan manusia.

Tak hanya itu, AI juga mampu bekerja secara terus-menerus tanpa lelah, lebih hemat biaya, dan mengurangi risiko kesalahan manusia.

"AI dapat melakukan semua yang bisa dilakukan agen layanan pelanggan, tapi dengan kecepatan lebih tinggi dan tanpa kesalahan," ujarnya.

Namun, pandangan ini tak sepenuhnya diterima tanpa kritik.

Sebuah studi yang dilakukan tahun lalu menunjukkan bahwa mayoritas pelanggan masih merasa lebih nyaman jika dilayani oleh manusia, bukan mesin.

Selain layanan pelanggan, sektor kesehatan juga menjadi sorotan Altman.

Ia menilai kemampuan AI dalam mendiagnosis penyakit telah berkembang pesat, bahkan menyaingi dokter manusia.

Altman mengklaim bahwa ChatGPT dan sistem AI serupa mampu memberikan diagnosa yang lebih akurat dan cepat dibanding banyak praktisi medis di dunia saat ini.

"ChatGPT saat ini hampir selalu dapat memberikan layanan diagnostik yang lebih baik daripada kebanyakan dokter di dunia," tegas Altman.

Meski demikian, Altman mengakui bahwa hal ini adalah bagian dari visi masa depan yang belum sepenuhnya terwujud.

Ia menekankan bahwa AI bukan untuk menggantikan manusia secara keseluruhan, melainkan dapat berperan sebagai pendamping cerdas dalam menyelesaikan berbagai tugas.

Perkembangan AI membuka berbagai peluang untuk efisiensi dan inovasi di banyak bidang.

Namun, kekhawatiran terhadap hilangnya lapangan kerja manusia akibat otomatisasi menjadi isu yang semakin relevan untuk dibahas secara mendalam.

Sebagai pemimpin salah satu perusahaan AI terkemuka di dunia, Sam Altman menilai perlu adanya keseimbangan antara adopsi teknologi dan perlindungan terhadap dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul.*

(bi/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru