Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA – CEO OpenAI, Sam Altman, secara terbuka menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi bahaya teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih saat ini, khususnya dalam bidang keamanan dan autentikasi transaksi keuangan.
Altman menyoroti bahwa masih ada sejumlah lembaga keuangan yang menggunakan sidik jari dan rekaman suara sebagai metode autentikasi transaksi.
Padahal, perkembangan AI terkini memungkinkan peniruan suara dan sidik jari dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.
"Satu hal yang membuat saya khawatir adalah masih ada lembaga keuangan yang menerima sidik jari sebagai autentikasi untuk memindahkan uang atau melakukan hal lain. Anda mengucapkan kalimat tantangan, dan mereka langsung melakukannya. Ini sesuatu yang sangat berisiko," ujar Altman.
Altman menambahkan, teknologi AI telah melampaui sebagian besar metode autentikasi yang digunakan saat ini, kecuali kata sandi, sehingga menjadi tantangan serius bagi keamanan data dan transaksi.
Selain itu, Altman mengungkapkan kekhawatirannya mengenai potensi manusia kehilangan kontrol atas sistem AI yang semakin cerdas, bahkan memprediksi bahwa teknologi AI dapat melampaui kemampuan manusia pada dekade 2030-an.
Peringatan serupa sebelumnya telah disampaikan FBI terkait penipuan menggunakan kloning suara dan video berbasis AI.
Beberapa laporan menyebutkan orang tua ditipu dengan suara AI yang meyakinkan bahwa anak-anak mereka tengah dalam masalah.
"Saya sangat gelisah bahwa kita akan segera menghadapi krisis penipuan yang signifikan, dan itu akan terjadi dalam waktu dekat. Saat ini penipuan itu berupa panggilan suara, tidak lama lagi akan menjadi video atau FaceTime yang hampir tidak bisa dibedakan dari kenyataan," ungkap Altman.
Meski OpenAI tidak mengembangkan alat peniru tersebut, Altman menegaskan bahwa tantangan ini harus segera menjadi perhatian seluruh dunia seiring kemajuan teknologi AI.
Sebagai solusi, Altman mendukung pengembangan alat bernama The Orb oleh Tools for Humanity, yang dirancang untuk memberikan 'bukti manusia' autentik guna membedakan manusia asli dan AI di masa depan.*
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL