BREAKING NEWS
Rabu, 25 Februari 2026

Hobi Chat Panjang Bisa Tunjukkan Tingkat Empati dan Kecerdasan Emosi Tinggi, Ini Kata Psikolog

- Minggu, 07 September 2025 09:51 WIB
Hobi Chat Panjang Bisa Tunjukkan Tingkat Empati dan Kecerdasan Emosi Tinggi, Ini Kata Psikolog
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Chat atau obrolan melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern.

Menariknya, cara seseorang berkomunikasi lewat chat bisa mencerminkan kepribadian dan kemampuan emosionalnya.

Menurut Psikolog Danti Wulan Manunggal, kebiasaan seseorang mengirim pesan teks panjang dan rinci dapat menjadi indikator kecerdasan emosi dan empati yang tinggi, meskipun tidak selalu bersifat mutlak.

"Seseorang yang suka chat panjang-panjang bisa menjadi indikasi dari kecerdasan emosi dan empati yang lebih tinggi," kata Danti, Sabtu (6/9/2025).

Dalam konteks komunikasi digital, pesan teks yang panjang kerap dibubuhi dengan emoji serta penggunaan tanda baca yang sesuai.

Menurut Danti, elemen-elemen ini menjadi pengganti isyarat nonverbal yang biasanya hadir dalam komunikasi tatap muka.

Kenapa Chat Panjang Terkait dengan Empati?

Danti menjelaskan, ada beberapa alasan psikologis yang membuat chat panjang-lebar menjadi cerminan dari kemampuan memahami dan merespons emosi orang lain:

1. Keinginan untuk Memahami dan Dipahami

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi biasanya terdorong untuk memahami perasaan orang lain, sekaligus memastikan perasaan mereka sendiri juga dipahami.

"Mereka mungkin menulis pesan panjang untuk menjelaskan sudut pandang secara detail dan mencegah miskomunikasi," ujar Danti.

Chat yang panjang menunjukkan bahwa pengirim bersedia meluangkan waktu dan perhatian untuk membangun koneksi yang lebih dalam, bukan sekadar basa-basi.

2. Kemampuan Mengungkapkan Pikiran dan Perasaan

Menulis pesan yang panjang menuntut kemampuan mengorganisasi pikiran dan perasaan dengan baik.

Ini disebut sebagai literasi emosi, yaitu kemampuan mengenali dan mengungkapkan emosi dengan akurat.

"Individu dengan kecerdasan emosi yang baik lebih cakap dalam menamai dan menjelaskan emosinya," kata Danti.

Pesan panjang sering kali menjadi cara seseorang menyampaikan kompleksitas emosi yang tidak dapat diwakili dengan kalimat singkat.

3. Tanda Perhatian dan Kepedulian

Pesan panjang yang disertai respons terhadap apa yang dikatakan lawan bicara, menjadi bentuk nyata dari perhatian dan empati.

"Ini menunjukkan bahwa pengirim benar-benar mendengarkan dan berusaha memahami situasi dari sudut pandang orang lain," jelasnya.

Sering kali, chat panjang juga berisi dukungan emosional, nasihat bijak, atau validasi terhadap perasaan orang lain.

4. Kebutuhan Akan Hubungan yang Lebih Dalam

Danti menilai, di tengah budaya digital yang serba cepat dan instan, chat panjang bisa menjadi cara untuk membangun hubungan yang lebih bermakna.

"Orang yang memilih untuk mengirim pesan panjang mungkin memiliki kebutuhan akan keintiman emosional dan koneksi otentik," katanya.

Mereka melihat obrolan digital bukan sekadar alat tukar informasi, tapi juga sarana untuk menjalin ikatan emosional yang kuat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa di balik obrolan yang tampak biasa, bisa tersembunyi kecenderungan psikologis yang mendalam.

Kebiasaan mengirim pesan panjang-lebar, dengan empati, perhatian, dan ekspresi emosional yang jelas, bisa menjadi salah satu bentuk komunikasi yang paling manusiawi di era digital.*

(km/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru