Lagi, Tiga Prajurit TNI Terluka Akibat Ledakan di Misi UNIFIL Lebanon
JAKARTA Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan BangsaBangsa di Lebanon dilapo
INTERNASIONAL
Jakarta —Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan artifisial (AI) bukanlah ancaman bagi tenaga kerja manusia, melainkan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dalam pernyataannya, Meutya mengungkapkan bahwa pemerintah terus mendorong pemanfaatan AI secara bijak untuk memperkuat daya saing nasional di tengah transformasi digital global yang semakin pesat.
"Dikabarkan kecerdasan artifisial akan menggantikan sekitar 85 juta pekerjaan pada tahun 2025. Namun, pada saat yang bersamaan, AI juga berpotensi menciptakan 90 juta pekerjaan baru di berbagai bidang. Karena itu, AI perlu diwaspadai, tetapi tidak perlu ditakuti," ujar Meutya di Jakarta, Jumat (24/10).Baca Juga:
Menurutnya, Indonesia termasuk salah satu negara paling optimistis di dunia dalam menghadapi perkembangan teknologi ini.
Hasil sejumlah survei menunjukkan masyarakat Indonesia menunjukkan kesiapan tinggi untuk menerima dan beradaptasi dengan teknologi baru, termasuk AI.
"Berdasarkan berbagai survei, Indonesia dinilai sebagai negara yang mampu menerima AI dengan baik, tidak takut, dan itu merupakan pertanda yang baik," ucapnya.
Meutya menegaskan, AI seharusnya diposisikan sebagai alat bantu yang memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya.
Ia menilai pemanfaatan teknologi cerdas harus diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta inovasi lintas sektor industri.
Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital, saat ini tengah menyusun Peta Jalan Nasional AI sebagai panduan strategis lintas sektor. Regulasi tersebut ditargetkan rampung dan diterbitkan melalui Peraturan Presiden pada awal 2026.
"Insyaallah pada awal tahun 2026, Peraturan Presiden tentang peta jalan ini sudah dapat diterbitkan dan menjadi pedoman bagi kita semua," jelasnya.
Selain mempersiapkan regulasi, pemerintah juga berfokus pada pemerataan akses digital di seluruh Indonesia agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat transformasi teknologi, termasuk AI.
Meutya menutup dengan menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci utama agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku utama dalam ekosistem AI global.*
JAKARTA Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan BangsaBangsa di Lebanon dilapo
INTERNASIONAL
TEL AVIV Iran melancarkan serangan rudal ke sejumlah wilayah Israel pada Sabtu dini hari, 4 April 2026. Serangan ini disebut sebagai res
INTERNASIONAL
JAKARTA Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperketat pengawasan menjelang penyelenggaraan ibadah haji 2026. Langkah ini dilakukan u
NASIONAL
MEDAN PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Penyaluran dan Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Sum
NASIONAL
MEDAN Ratusan ribu kendaraan tercatat melintasi ruas tol di Sumatera Utara selama periode libur Paskah 2026. Dua ruas utama, yakni Tol B
NASIONAL
ACEH TENGAH Seorang perawat di RSUD Datu Beru, Aceh Tengah, dinonaktifkan setelah video dirinya berjoget di ruang operasi saat tindakan
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren
NASIONAL
CHICAGO Harga emas dunia bertahan di level tinggi pada perdagangan akhir pekan. Logam mulia dengan simbol Emas (XAU/USD) tercatat berada
EKONOMI
JAKARTA Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendorong penguatan sistem perlindungan saksi dan korban melalui pembahasan Rancang
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN, Ashabul Kahfi, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Work From Home (WFH) bagi pek
POLITIK