Kawasan SEJALAN Diusulkan Jadi Kampung Kreatif Sumut Berkah, Ini Potensinya
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai mematangkan persiapan menghadapi Verifikasi dan Validasi (Verval) Lapangan Program Kampung Kre
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Hajar Aswad, batu hitam yang terpasang di sudut tenggara Ka'bah, kembali menjadi perhatian setelah sejumlah kajian ilmiah menyebutkan bahwa batu tersebut diduga bukan berasal dari bumi.
Temuan ilmuwan ini menarik karena beririsan dengan keyakinan umat Islam yang menyebut Hajar Aswad sebagai batu yang berasal dari surga.
Baca Juga:Dalam tradisi Islam, Hajar Aswad diyakini diturunkan dari langit dan diberikan kepada Nabi Ibrahim AS oleh Malaikat Jibril saat pembangunan Ka'bah.
Sejumlah hadits menyebutkan batu tersebut awalnya berwarna putih, sebelum berubah menjadi hitam seiring perjalanan waktu.
Dari sudut pandang ilmiah, penelitian yang dilakukan Elsebeth Thomsen dari University of Copenhagen mengaitkan Hajar Aswad dengan fenomena meteorit.
Dalam studinya berjudul New Light on the Origin of the Holy Black Stone of the Ka'ba, Thomsen menyebut Hajar Aswad memiliki karakteristik serupa dengan kaca impaksi—material yang terbentuk akibat hantaman meteorit besar ke permukaan bumi.
Thomsen juga menghubungkan Hajar Aswad dengan Kawah Wabar di gurun Rub' al Khali, Arab Saudi.
Kawah tersebut diketahui memiliki material kaca hasil lelehan pasir silika yang berwarna hitam mengkilap di bagian luar, namun putih dan berpori di bagian dalam.
Ciri fisik ini disebut memiliki kemiripan dengan struktur Hajar Aswad, yang saat ini tersusun dari beberapa fragmen kecil dan dibingkai perak.
Sejumlah penelitian lain menyebutkan bahwa material tersebut memiliki kepadatan rendah dan dapat mengapung di air, sifat yang jarang ditemukan pada batuan bumi, namun umum pada kaca impaksi yang terbentuk dari peristiwa kosmik.
Thomsen memperkirakan usia material dari Kawah Wabar sekitar 6.400 tahun dan mengajukan hipotesis bahwa batu tersebut kemungkinan dibawa ke Makkah oleh kafilah kuno yang melintasi jalur perdagangan wilayah tersebut.
Meski sains mencoba menjelaskan Hajar Aswad melalui pendekatan geologi dan astronomi, temuan ini justru dipandang sebagian kalangan sebagai selaras dengan narasi keagamaan bahwa batu tersebut berasal dari langit.
(d/dh)
Baca Juga:
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai mematangkan persiapan menghadapi Verifikasi dan Validasi (Verval) Lapangan Program Kampung Kre
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau langsung pekerjaan normalisasi dan pembongkaran drainase di Jalan Listrik
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima audiensi pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tanjungbalai ya
PEMERINTAHAN
JAKARTA Perombakan Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada awal Oktober 2026 dinilai belum menunjukkan perubah
POLITIK
JAKARTA Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto belum melantik Irjen Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru dalam rangkaian sera
NASIONAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan perombakan sejumlah jabatan di lingkungan Polri hanya dua hari setelah dilantik meng
NASIONAL
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan terh
HUKUM DAN KRIMINAL
KARO DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara memberikan tali asih kepada 495 siswa yang terdampak atau diduga mengalami keracunan setelah meng
NASIONAL
MEDAN PSMS Medan meraih poin penuh setelah mengalahkan Persikad Depok dengan skor telak 40 pada pekan keempat Pegadaian Championship 20
OLAHRAGA
JAKARTA Dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mencuat di media sosial. Isu tersebut men
SAINS DAN TEKNOLOGI