Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Data Omdia menunjukkan pangsa pasar Samsung turun dari sekitar 41,8 persen pada kuartal IV 2025 menjadi 27 persen pada kuartal I 2026.
Melalui perangkat rollable, Samsung diperkirakan ingin menghadirkan inovasi baru sekaligus memperkuat daya saing di segmen smartphone premium.
Teknologi Rollable Lebih Sulit Dibandingkan Ponsel Lipat
Mengembangkan layar gulung bukan perkara mudah. Teknologi ini disebut memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi dibandingkan smartphone lipat.
Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan layar dapat digulung dan dibentangkan ribuan kali tanpa mengalami kerusakan, lipatan permanen, gelombang, maupun penurunan kualitas tampilan.
Selain itu, komponen mekanis seperti roller, lapisan layar fleksibel, hingga struktur penyangga harus dirancang dengan tingkat presisi tinggi agar perangkat tetap tipis, ringan, dan nyaman digunakan.
Samsung sebenarnya telah memperlihatkan keseriusannya dalam mengembangkan teknologi tersebut sejak beberapa tahun lalu.
Pada ajang CES 2023, perusahaan memperkenalkan konsep Flex Hybrid, yaitu layar yang menggabungkan mekanisme lipat dan geser dalam satu perangkat.
Kemudian pada SID Display Week 2023, Samsung kembali memamerkan prototipe Rollable Flex yang mampu memperluas ukuran layar dari sekitar 49 milimeter menjadi lebih dari 254 milimeter atau meningkat lebih dari lima kali lipat dari ukuran awal.
Demonstrasi tersebut menjadi bukti bahwa Samsung terus menyempurnakan teknologi layar fleksibel untuk perangkat generasi berikutnya.
Berpotensi Mengubah Pengalaman Menggunakan Smartphone
Apabila berhasil dipasarkan secara luas, Galaxy Z Slide diperkirakan menjadi salah satu inovasi terbesar dalam industri smartphone.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.