Inflasi Indonesia Naik Jadi 3,28 Persen, Pemko Medan Diminta Waspadai Harga Pangan
MEDAN Pemerintah Kota Medan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual dari Command Center, Kanto
PEMERINTAHAN
JAKARTA - Istilah "ubi bombing" belakangan mencuri perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan bahan berbasis tepung ubi atau singkong untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, apakah tepung singkong memang bisa digunakan untuk memadamkan api?
Gagasan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Sumatera Selatan pada Senin (24/8/2026). Presiden meminta bahan berbasis singkong tersebut dikembangkan dan diuji dalam skala lebih besar setelah mendapat laporan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Menurut Listyo, bahan berbentuk tepung tersebut disebut berpotensi digunakan untuk mencegah maupun memadamkan api, terutama pada tahap awal kebakaran. Temuan itu disebut berasal dari anggota Babinsa di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dan kapasitas produksinya saat ini masih terbatas.Baca Juga:
Prabowo kemudian meminta pengembangan dan pengujian dilakukan secara lebih besar untuk mengetahui efektivitasnya. Pemerintah juga diminta menyiapkan dukungan anggaran untuk proses riset, produksi dan pengujian bahan tersebut.
Istilah "ubi bombing" sendiri muncul sebagai analogi dari metode water bombing. Dalam konsep yang dibahas pemerintah, bahan berbasis tepung ubi atau singkong diharapkan dapat dibawa dan digunakan oleh tim pemadam di lapangan untuk membantu menangani api. Namun, efektivitasnya dalam kebakaran skala besar masih membutuhkan pengujian lebih lanjut.
Secara ilmiah, pati singkong memang pernah diteliti sebagai bagian dari material yang memiliki karakter flame-retardant. Namun, temuan tersebut tidak berarti tepung singkong biasa dapat diperlakukan sebagai bahan pemadam api utama.
Kemampuan tahan api dalam sejumlah penelitian diperoleh setelah pati singkong dimodifikasi atau dikombinasikan dengan material tambahan tertentu. Artinya, formulasi bahan dan karakteristik campurannya menjadi faktor penting dalam menentukan kemampuan terhadap api.
Karena itu, klaim bahwa "tepung ubi bisa memadamkan api" perlu ditempatkan secara hati-hati. Bahan berbasis pati singkong yang belum melalui formulasi serta pengujian khusus tidak otomatis memiliki kemampuan sebagai bahan pemadam kebakaran.
Pengujian menjadi semakin penting karena serbuk pati memiliki karakter mudah terbakar dalam kondisi tertentu. Debu bahan organik yang tersuspensi di udara juga dapat memiliki risiko pembakaran, sehingga penggunaan dalam skala besar harus memperhatikan aspek keselamatan selain efektivitas pemadaman.
Dengan demikian, "ubi bombing" saat ini lebih tepat disebut sebagai inovasi yang sedang dikembangkan dan perlu diuji, bukan teknologi pemadam karhutla yang efektivitasnya telah terbukti secara luas.
Pemerintah sendiri telah meminta BRIN dan lembaga terkait mengkaji berbagai alternatif bahan pemadam agar penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Pengembangan bahan berbasis singkong menjadi salah satu opsi yang akan diuji bersama metode penanganan lainnya.
Jadi, apakah ubi bombing bisa memadamkan api? Potensinya sedang diuji, tetapi tepung singkong murni belum dapat disebut sebagai bahan pemadam api yang terbukti efektif. Hasil uji skala besar nantinya akan menjadi penentu apakah inovasi tersebut benar-benar layak digunakan untuk penanganan karhutla.* (dw/dh)
MEDAN Pemerintah Kota Medan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual dari Command Center, Kanto
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong perubahan strategi penanggulangan kemiskinan di Kota Medan. Pemerintah tidak cu
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan mulai mengembangkan Pasar Petisah melalui pembangunan Block Petisah, sebuah kawasan pasar kreatif yang mengg
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Waas mengancam akan memecat oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan yang terbukti terlibat dalam dugaan k
PEMERINTAHAN
LANGKAT Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat dan Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Senin, 12 Oktober 2026. Di Kabupaten
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat akses pelayanan hukum hingga tingkat desa dan kelurahan melalui pening
PEMERINTAHAN
MEDAN Polrestabes Medan menangkap empat pria yang diduga terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan atau begal di sejumlah wilayah Sum
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ahmad Khozinuddin bersama Aliansi Rakyat Menggugat dan organisasi Pengacara Jawara Bela Umat (Pejabat) mendatangi Gedung DPR RI, J
POLITIK
MEDAN Satlantas Polrestabes Medan merilis jadwal dan lokasi layanan mobil Surat Izin Mengemudi (SIM) Keliling untuk periode 1218 Oktober
NASIONAL
MEDAN Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan meraih dua penghargaan nasional dalam ajang PERSI Award 2026. Prestasi tersebut me
KESEHATAN