Kejar Operasional Nataru, KSP dan Hutama Karya Geber Pembebasan Lahan Tol Binjai-Langsa
MEDAN Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas BinjaiLangsa masih menghadapi kendala pengadaan lahan. Kantor Staf Presiden (KSP) b
EKONOMI
SUMUT - Setelah berlangsung selama tiga hari, Pesta Bunga dan Buah Kabupaten Karo 2025 resmi berakhir dengan semarak dan antusiasme tinggi dari masyarakat lokal maupun wisatawan.
Festival tahunan yang berlangsung sejak 31 Juli hingga 2 Agustus ini digelar di Taman Mejuah-juah, Jalan Gundaling, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Acara yang sarat makna budaya dan rasa syukur ini telah menjadi tradisi masyarakat Karo sejak tahun 1980-an. Setelah sempat terhenti karena krisis moneter akhir 1990-an, festival ini kembali bangkit dan kini bahkan telah masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selama empat tahun terakhir.
"Pesta Bunga dan Buah adalah wujud syukur masyarakat atas hasil pertanian mereka, khususnya bunga, buah, dan sayur," ujar Dosen Sejarah Universitas Sumatera Utara (USU), Junita Setiana Ginting, Minggu (3/8/2025).
Tradisi Bertani yang Disulap Jadi Festival Pariwisata
Kabupaten Karo, khususnya daerah Berastagi dan Kabanjahe, dikenal sebagai daerah pertanian subur. Mayoritas masyarakatnya merupakan petani bunga, buah, dan sayur.
Dalam sejarahnya, Pesta Bunga dan Buah berawal dari tradisi masyarakat menghias rumah dengan hasil panen dan berbagi dengan warga sekitar sebagai bentuk rasa syukur.
"Awalnya ini dilakukan oleh kelompok kecil di desa, kemudian berkembang dan dijalankan secara serentak sejak 1980-an," jelas Junita.
Namun, saat krisis ekonomi melanda Indonesia di akhir 1990-an, perayaan ini sempat terhenti. Setelah kondisi ekonomi membaik, pemerintah melihat potensi pariwisata yang besar dalam tradisi ini dan mulai mengambil peran lebih besar.
"Pemerintah menjadi leader, tapi tetap melibatkan masyarakat. Ini sinergi yang luar biasa," lanjutnya.
Rangkaian Acara Meriah dan Inklusif
Pesta Bunga dan Buah 2025 hadir dengan berbagai kegiatan menarik, termasuk:
Lomba mobil hias bunga dan buah
Pawai budaya
Lomba merangkai bunga meja
Lomba olahan minuman lokal
Pemilihan putra-putri bunga dan buah
Lomba tari kreasi tradisional
Tidak hanya itu, pengunjung juga disuguhi penampilan musik dari penyanyi lokal dan nasional, serta penampilan stand up comedy yang membuat suasana makin semarak.
Festival ini menjadi daya tarik tersendiri, bukan hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai cara mengenalkan potensi pertanian dan budaya Karo ke kancah nasional.
Dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan penuh dari pemerintah, Pesta Bunga dan Buah terus tumbuh menjadi ikon budaya dan pariwisata yang membanggakan Sumatera Utara.*
(d/j006)
MEDAN Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas BinjaiLangsa masih menghadapi kendala pengadaan lahan. Kantor Staf Presiden (KSP) b
EKONOMI
MEDAN Beredar isu personel kepolisian meminta uang Rp30 juta per orang untuk membebaskan tiga pekerja spa yang diamankan dalam penggerebeka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Aktivis Terus Jadi Anti Pembual (Terjal) Luke Susilo meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menerima dan memeriksa permohonan Perselisih
POLITIK
BOGOR Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) menyelidiki keberadaan sebuah foto yang ditemukan Ombudsman Republik Indonesi
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Sumut memperkuat kolaborasi
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan memastikan kesiapan lahan untuk pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Pemko M
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap mengajak masyarakat kembali menghidupkan semangat gotong royong untuk menjaga kebersihan li
PEMERINTAHAN
TAPANULI TENGAH Banjir kembali melanda sejumlah permukiman warga di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, setelah hujan meng
PERISTIWA
DELI SERDANG Dua pria, Irwansyah alias Tepos (41) dan Indra Syahputra Sinaga alias Doyok (26), ditangkap polisi karena diduga terlibat pere
HUKUM DAN KRIMINAL
NAGOYA Rahmat Erwin Abdullah kembali mencatat prestasi besar setelah meraih medali emas angkat besi kelas 75 kilogram pada Asian Games 202
OLAHRAGA