"Produk kerajinan Indonesia memiliki potensi luar biasa. Kita sudah masuk jajaran 11 besar eksportir kerajinan dunia. Pasar dalam negeri juga besar, mari bangga memakai buatan Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut, pemerintah terus memperluas akses pasar global melalui berbagai perjanjian dagang, termasuk dengan Kanada, Peru, hingga Tunisia. Sepanjang JanuariāAgustus 2025, sebanyak 942 UMKM berhasil difasilitasi mengikuti business matching dengan pembeli internasional dengan nilai transaksi mencapai 90,9 juta dolar AS atau setara Rp1,4 triliun.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), Bapak Muchsin Ridjan, menyampaikan bahwa INACRAFT 2025 menjadi momentum penting regenerasi pelaku kriya muda serta komitmen industri menuju keberlanjutan.*