Menjaga Integritas Jurnalistik, JMSI Tabagsel Silaturahmi ke Penasehat JMSI Manaon Lubis
PADANGSIDIMPUAN Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tabagsel, Yusrizal Nasution, bersama anggota organisasi, melakukan kunjungan
NASIONAL
MEDAN — Indonesia kembali membuktikan kekayaan budayanya yang luar biasa melalui pengakuan internasional atas sejumlah warisan budaya yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.
Pengakuan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bangsa, tetapi juga menegaskan tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian budaya yang sarat makna dan nilai historis.
Dari Sabang hingga Merauke, Indonesia menyimpan beragam kekayaan budaya berupa bahasa, pakaian adat, kesenian tradisional, dan tradisi unik yang telah mewarnai kehidupan masyarakat selama berabad-abad.Baca Juga:
Pengakuan UNESCO merupakan apresiasi atas nilai universal yang dimiliki budaya Indonesia, serta langkah strategis pemerintah dalam mengusulkan berbagai warisan budaya untuk tetap hidup dan dikenal secara global.
Batik, Kebaya, hingga Noken Papua: Simbol Identitas dan Filosofi Mendalam
Salah satu warisan budaya yang paling dikenal adalah Batik, yang diakui UNESCO pada 2009 dengan nama "Indonesian Batik".
Kain bercorak khas ini tidak hanya menampilkan keindahan artistik, namun juga mengandung filosofi mendalam yang merefleksikan kearifan lokal.
Selanjutnya, Kebaya sebagai busana tradisional perempuan Indonesia juga diakui UNESCO pada 2024 dalam kategori "Kebaya: knowledge, skills, traditions and practices".
Kebaya menjadi lambang keanggunan dan identitas perempuan Asia Tenggara yang memiliki sejarah panjang sejak abad ke-15.
Dari ujung timur Indonesia, Noken Papua turut menjadi sorotan UNESCO pada 2012.
Tas tradisional yang terbuat dari serat kayu pohon nenduam dan nawa ini mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Papua yang unik dan sarat fungsi sosial.
Jamu, Keris, dan Wayang: Kekayaan Tradisi yang Terjaga
Tidak kalah penting adalah Jamu, ramuan tradisional yang diakui UNESCO pada 2023 sebagai "Jamu Wellness Culture".
Jamu merupakan bukti kearifan lokal dalam menjaga kesehatan secara alami dan tetap menjadi bagian penting gaya hidup masyarakat Indonesia.
Seni keris, senjata tradisional dengan nilai spiritual tinggi, telah diakui UNESCO sejak 2008 sebagai "Indonesian Kris".
Selain sebagai senjata, keris juga simbol status sosial dan memiliki proses pembuatan yang sakral.
Sementara itu, Wayang, seni pertunjukan tradisional Indonesia, masuk daftar UNESCO pada 2008 dengan nama "The Wayang Puppet Theatre".
Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tapi juga menyampaikan pesan moral dan pendidikan budaya yang mendalam.
Alat Musik Tradisional dan Tarian Khas: Harmoni yang Mendunia
Alat musik tradisional seperti Angklung dari Jawa Barat yang diakui UNESCO pada 2010 dan Gamelan yang diakui pada 2021, menunjukkan bagaimana musik tradisional Indonesia mampu menyuarakan filosofi sosial dan spiritual yang kuat.
Kolintang dari Sulawesi Utara, yang diakui pada 2024, menjadi bukti eksistensi musik tradisional Indonesia di kancah internasional.
Selain itu, tari-tarian tradisional seperti Tari Saman dari Aceh (2011) dan Tiga Genre Tarian Tradisional Bali (2015) turut memperkaya khazanah budaya Indonesia dengan nilai persatuan dan spiritual yang tinggi.
Pinisi, Pencak Silat, Pantun, dan Reog Ponorogo: Warisan Budaya yang Terus Hidup
Kapal tradisional Pinisi dari Sulawesi Selatan, diakui UNESCO pada 2017, menjadi simbol keahlian dan keberanian pelaut Indonesia.
Seni bela diri Pencak Silat yang mendapat pengakuan UNESCO pada 2019 mengajarkan nilai moral dan spiritual yang berharga.
Pantun, puisi tradisional Melayu yang diakui UNESCO pada 2020, memperlihatkan kecerdasan sastra dan nilai kebijaksanaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Reog Ponorogo, yang diakui pada 2024, menampilkan keindahan seni pertunjukan dan kekuatan budaya masyarakat Jawa Timur.
Melestarikan Warisan Budaya untuk Masa Depan
Pengakuan UNESCO atas warisan budaya Indonesia ini menegaskan betapa pentingnya upaya pelestarian dan pengembangan budaya sebagai identitas nasional sekaligus kontribusi pada warisan budaya dunia.
Pemerintah, masyarakat, dan pelaku budaya diharapkan terus bersinergi menjaga agar nilai-nilai luhur tersebut tidak hanya dikenang, tetapi juga berkembang dan diapresiasi oleh generasi mendatang.
Dengan menjaga dan melestarikan kekayaan budaya, Indonesia tidak hanya mempertahankan akar identitasnya, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai bangsa dengan warisan budaya dunia yang tak ternilai harganya.*
(vo/a008)
PADANGSIDIMPUAN Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tabagsel, Yusrizal Nasution, bersama anggota organisasi, melakukan kunjungan
NASIONAL
LANGKAT Tragedi memilukan terjadi di Batu 10, Tanjung Selamat, Kabupaten Langkat, pada Kamis (26/3/2026) sore. Sepasang kekasih yang did
PERISTIWA
SOLO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia teta
EKONOMI
MEDAN, SUMUT Komitmen Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama di sektor kesehata
KESEHATAN
MEDAN, SUMUT Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya peran apoteker dalam menunjang keberhasilan perawatan pasien
KESEHATAN
TAPANULI SELATAN, SUMUT Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (Grib) Jaya Tapanuli Selatan menggelar acara Halal Bi Hal
POLITIK
VATIKAN Bahasa Indonesia kini menempati ruang baru di jantung komunikasi Gereja Katolik dunia. Untuk pertama kalinya, Bahasa Indonesia d
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, untuk mencari pasokan minyak m
EKONOMI
JAKARTA Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengirimkan surat resmi ke Komisi III DPR untuk meminta pembentukan panitia kerja (panja
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemulihan kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, dari luka bakar akibat disiram air keras diperkirakan membutuhkan wak
HUKUM DAN KRIMINAL