"Kalau orang tahu kondisi sebenarnya, mereka tak akan menuduh. Saya tidak akan terpancing emosi. Saya ikhlas, karena niat kami hanya ingin menjaga marwah budaya Melayu," ungkapnya tenang.
Menurut MR, segala kekurangan yang terjadi dalam kegiatan telah disampaikan secara terbuka, bahkan panitia telah meminta maaf pasca penutupan acara.
"Setiap kegiatan pasti ada kekurangan, dan kami akui itu. Tapi yang terpenting, kegiatan sukses terlaksana dan mampu membangkitkan semangat Melayu di tengah masyarakat Batu Bara," tambahnya.
*Seruan: Bijak Bermedia Sosial, Jangan Asal Sebar Fitnah*
Dalam kesempatan itu, MR juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial agar tidak menimbulkan dampak hukum.
"Hati-hati dalam bermedia sosial. Menyebar fitnah bisa berujung pidana. Kalau ada masalah, datang dan bicarakan langsung. Saya terbuka untuk klarifikasi dan siap menunjukkan bukti," ujarnya.
MR bahkan menegaskan dirinya siap bertemu dengan siapa pun, termasuk pihak media, untuk menjelaskan seluruh proses penyelenggaraan Batu Bara Bertanjak dari awal hingga akhir.
"Silakan datang, biar terang benderang. Saya tidak takut seviral apa pun isu ini, karena saya tahu saya tidak salah," tegasnya.
*Harapan: Bertanjak Masuk Agenda Resmi Pemkab Batu Bara 2026*
Lebih jauh, MR menyampaikan harapan agar kegiatan Batu Bara Bertanjak dapat menjadi agenda resmi Pemerintah Kabupaten Batu Bara pada tahun 2026.
"Sudah saatnya pemerintah ikut menanggung tanggung jawab pelestarian budaya. Jangan biarkan kegiatan besar seperti ini terus bergantung pada swadaya masyarakat," katanya penuh harap.
Menurutnya, kegiatan ini berpotensi menjadi ikon budaya Batu Bara dan memperkuat identitas Melayu di Sumatera Utara.