BREAKING NEWS
Jumat, 17 April 2026

Gubernur Wayan Koster Buka Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 di Bali: Harmoni Budaya dan Sportivitas Dunia

Fira - Senin, 03 November 2025 16:05 WIB
Gubernur Wayan Koster Buka Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 di Bali: Harmoni Budaya dan Sportivitas Dunia
Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 Tahun 2025 di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Minggu (2/11) malam.(Foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SINGARAJASemangat persaudaraan dan sportivitas dunia menggema dari jantung Bali Utara.

Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 Tahun 2025 di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Minggu (2/11) malam.

Pembukaan berlangsung megah dan sarat nilai budaya. Dengan pemukulan kulkul, alat komunikasi tradisional Bali, oleh Gubernur Koster bersama Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, Presiden Federasi Vovinam Dunia Mai Huu Tin, serta sejumlah anggota federasi internasional, denting suara kayu suci itu menjadi tanda dimulainya perhelatan olahraga bela diri yang diikuti oleh 26 negara dari berbagai benua.

Baca Juga:

Sekitar 400 atlet, pelatih, dan ofisial yang hadir tampak antusias menyambut acara pembukaan.

Suasana semakin semarak dengan penampilan seni tradisional khas Bali Utara, mulai dari Tari Goak, Joged Bumbung, hingga Barong Sai, yang mencerminkan kebersamaan lintas budaya.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan dunia menjadikan Bali, khususnya Kabupaten Buleleng, sebagai tuan rumah kejuaraan internasional bergengsi ini.

"Kehadiran World Vovinam Championships bukan sekadar ajang olahraga bela diri, tetapi momentum mempererat persahabatan antarbangsa serta memperkenalkan nilai-nilai luhur budaya dan kearifan lokal Bali kepada dunia," ujar Koster disambut tepuk tangan meriah.

Koster menegaskan, falsafah Vovinam yang menekankan keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan sangat sejalan dengan spirit Tri Hita Karana, pandangan hidup masyarakat Bali yang menekankan harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

"Melalui ajang ini, kita tidak hanya bertanding untuk medali, tetapi juga membangun jembatan persaudaraan antarbangsa," tegasnya.

Gubernur Koster juga mengapresiasi seluruh pihak yang berperan dalam penyelenggaraan kejuaraan, mulai dari Indonesia Vovinam Federation, Pemerintah Kabupaten Buleleng, KONI, hingga para relawan lokal. Ia berharap ajang ini dapat memperkuat solidaritas global sekaligus berdampak positif bagi ekonomi dan pariwisata Bali Utara.

"Welcome to Bali – the Island of Harmony and Spirit. Bertandinglah dengan semangat, junjung tinggi sportivitas, dan nikmatilah keindahan serta keramahan masyarakat Bali," tutup Koster sebelum memukul kulkul sebagai tanda pembukaan resmi.

Sementara itu, Presiden Federasi Vovinam Dunia Mai Huu Tin mengaku terkesan dengan keramahan dan budaya masyarakat Bali.

"Kami datang ke Bali tahun lalu untuk Kejuaraan Asia dan sangat menikmati keramahan masyarakatnya. Karena itu kami memutuskan untuk kembali lagi tahun ini," ungkapnya.

Mai Huu Tin juga menjelaskan sejarah panjang Vovinam yang lahir di Vietnam pada tahun 1938 dan kini berkembang di 76 negara dengan lebih dari dua juta praktisi aktif.

"Vovinam bukan sekadar bela diri, tapi jalan hidup yang menumbuhkan kasih, senyum, dan kekuatan untuk kemanusiaan. Di sinilah kita berkumpul untuk merayakan solidaritas seluruh bangsa," ujarnya penuh semangat.

Ketua Panitia sekaligus Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menambahkan, kejuaraan yang berlangsung pada 1–8 November 2025 akan diadakan di GOR Undiksha, Jinengdalem, Singaraja.

Selain pertandingan utama, panitia juga menyiapkan city tour bagi seluruh kontingen ke destinasi wisata unggulan seperti Pantai Lovina, Air Terjun Gitgit, dan desa-desa budaya Bali Utara.

"Inilah kesempatan terbaik untuk memperkenalkan pesona Buleleng kepada dunia," ujar Supriatna.

Suasana malam pembukaan yang berpadu antara seni, budaya, dan semangat sportivitas menjadi simbol harmoni antara olahraga dan budaya Bali.

Dentang kulkul di Gedung Kesenian Gde Manik malam itu menandai bukan hanya dimulainya pertandingan, tetapi juga lahirnya kembali semangat damai dan persaudaraan dari Bali untuk dunia.*

(M/006)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru