BREAKING NEWS
Kamis, 26 Februari 2026

Mengenal 10 Alat Musik Khas Sumatera Utara, dari Batak hingga Nias

Raman Krisna - Rabu, 31 Desember 2025 08:27 WIB
Mengenal 10 Alat Musik Khas Sumatera Utara, dari Batak hingga Nias
Gordang Sambilan Alat musik Tradisional Khas Mandailing Natal (foto: dok. Apakabar Sidimpuan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Sumatera Utara dikenal sebagai provinsi yang kaya akan warisan budaya dan seni.

Salah satu kekayaan budaya yang paling menonjol adalah alat musik tradisionalnya, yang tidak hanya memiliki suara khas, tetapi juga sarat makna dan fungsi sosial.

Berikut 10 alat musik tradisional dari Sumatera Utara yang wajib diketahui:

Baca Juga:

1. Gordang Sambilan
Berasal dari Suku Batak Mandailing, Gordang Sambilan terdiri dari sembilan gendang dengan ukuran berbeda.

Dahulu hanya dimainkan pada acara sakral, kini hadir di pesta pernikahan dan hari besar.

2. Aramba
Aramba, alat musik khas Pulau Nias, menyerupai gong dengan tonjolan di tengah. Biasanya dimainkan dalam prosesi pernikahan adat Nias.

3. Keteng-Keteng
Asal Suku Karo, terbuat dari ruas bambu dengan senar kulit bambu. Sering digunakan dalam Gendang Guro-guro Aron dan tari tradisional Karo.

4. Hasapi
Alat musik senar dari Batak Toba, mirip kecapi, dipakai dalam pertunjukan seni hiburan dan pengiring opera Batak.

5. Sarune
Sarune adalah alat musik tiup Batak Toba dan Karo, berperan sebagai pemimpin melodi dalam berbagai acara adat.

6. Garantung
Berbahan kayu, memiliki lima hingga tujuh bilah nada, digunakan sebagai hiburan rakyat dan pengiring tarian tradisional.

7. Sulim
Seruling bambu khas Batak Toba dengan enam lubang nada, biasanya dimainkan untuk lagu-lagu sedih.

8. Druri Dana
Asal Nias, dibuat dari bambu, dimainkan secara berkelompok dalam festival kebudayaan atau perayaan desa.

9. Kulcapi
Dari Suku Karo, mirip gitar kecil dengan dua senar, dimainkan pada upacara adat dan pertunjukan musik Karo.

10. Gendang Singanaki
Gendang berkepala ganda dari masyarakat Karo, dimainkan dalam ritual sakral dan pengiring tarian tradisional.

Keberagaman alat musik tradisional Sumatera Utara menunjukkan kekayaan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Bagi pecinta seni dan budaya, mengenal alat-alat musik ini menjadi bagian penting dalam memahami jati diri masyarakat Sumatera Utara.*


(d/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Memotong Rambut dan Kuku Saat Junub, Bolehkah?
Gubernur Bali Buka Pasamuhan Agung SKHDN 2025, Tegaskan Dukungan kepada Sulinggih
Gubernur Koster: Bali Punya Kalender Sendiri, Satu Bulan 35 Hari
Jelang Tahun Baru, Ayam Potong di Medan Merangkak ke Rp35.000 per Kg
Polres Gianyar Gelar Upacara Sakral dan Simulasi Keselamatan di Rusun Graha Dharma Djati
Gubernur Wayan Koster Pimpin Upacara Tawur Agung di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali, Persiapkan Zona Inti Budaya 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru