BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

Mengenal Tari Gubang, Tarian Sakral yang Sarat Filosofi Masyarakat Melayu Tanjungbalai-Asahan

Abyadi Siregar - Minggu, 11 Januari 2026 14:47 WIB
Mengenal Tari Gubang, Tarian Sakral yang Sarat Filosofi Masyarakat Melayu Tanjungbalai-Asahan
Tari Gubang. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ASAHAN— Di balik gemulai gerakan yang anggun dan irama musik Melayu yang memukau, Tari Gubang bukan sekadar seni pertunjukan.

Lebih dari itu, tarian ini menyimpan cerita panjang tentang sejarah, spiritualitas, dan identitas masyarakat pesisir Tanjungbalai dan Asahan, Sumatera Utara.

Tari Gubang adalah simbol dari hubungan yang erat antara manusia, laut, alam, dan Sang Pencipta.

Baca Juga:

Tari Gubang lahir dan tumbuh di wilayah Tanjungbalai dan Asahan yang dulunya merupakan satu kesatuan daerah.

Kini, ia telah menjadi simbol kebudayaan Melayu yang hidup dan berkembang, diwariskan secara turun-temurun sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa yang harus dijaga kelestariannya.

Pada tahun 2017, pemerintah Indonesia resmi menetapkan Tari Gubang sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Penetapan ini menjadi bukti bahwa Tari Gubang tidak hanya penting bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia.

Asal-Usul Tari Gubang dan Maknanya

Menurut Samsuriati, seorang pelestari seni Tari Gubang, tarian ini pada awalnya bukan sekadar hiburan.

"Tari Gubang berawal dari ritual sakral yang dipercaya oleh masyarakat Melayu Tanjungbalai-Asahan sebagai cara untuk memohon perlindungan dari penyakit dan gangguan gaib," jelas Samsuriati, saat ditemui di lokasi pertunjukan, Minggu (11/1).

Ritual tersebut melibatkan properti seperti dupa, kemenyan, tombak, mayang pinang, dan air tepung tawar yang dipercikkan untuk menolak bala.

Tari Gubang menggambarkan proses pengobatan yang dilakukan oleh tabib atau dukun dengan berbagai gerakan khas yang penuh simbolisme.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menelusuri Jejak Sejarah Empat Bangunan Cagar Budaya Kota Binjai yang Masih Berdiri Hingga Kini
Sinergi Polri-TNI-Pecalang, Dua Prosesi Ngaben di Denpasar Timur Berjalan Aman dan Khidmat
Gara-Gara Stik Billiard, Tahanan Lapas Tanjungbalai Diduga Jadi Korban Kekerasan Petugas!
PWI Pusat Gelar Silaturahmi Kebudayaan Jelang HPN 2026, Kepala Daerah Ikut Presentasi
Museum Perkebunan Indonesia 1: Sejarah dan Seni Bisa Dirasa, Didengar, Bahkan Dicium!
Sigale-gale, Patung Kayu Penari dari Danau Toba yang Menyimpan Misteri Roh Leluhur
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru