Piala AFF U-19: Thailand Kubur Mimpi Malaysia dengan Skor 3-2
MEDAN Timnas U19 Thailand akhirnya berhasil mengubur impian Malaysia memetik lemenangan pada babak kedua Piala AFF U19 2026 di Stadion M
OLAHRAGA
ASAHAN— Di balik gemulai gerakan yang anggun dan irama musik Melayu yang memukau, Tari Gubang bukan sekadar seni pertunjukan.
Lebih dari itu, tarian ini menyimpan cerita panjang tentang sejarah, spiritualitas, dan identitas masyarakat pesisir Tanjungbalai dan Asahan, Sumatera Utara.
Tari Gubang adalah simbol dari hubungan yang erat antara manusia, laut, alam, dan Sang Pencipta.Baca Juga:
Tari Gubang lahir dan tumbuh di wilayah Tanjungbalai dan Asahan yang dulunya merupakan satu kesatuan daerah.
Kini, ia telah menjadi simbol kebudayaan Melayu yang hidup dan berkembang, diwariskan secara turun-temurun sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa yang harus dijaga kelestariannya.
Pada tahun 2017, pemerintah Indonesia resmi menetapkan Tari Gubang sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
Penetapan ini menjadi bukti bahwa Tari Gubang tidak hanya penting bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia.
Asal-Usul Tari Gubang dan Maknanya
Menurut Samsuriati, seorang pelestari seni Tari Gubang, tarian ini pada awalnya bukan sekadar hiburan.
"Tari Gubang berawal dari ritual sakral yang dipercaya oleh masyarakat Melayu Tanjungbalai-Asahan sebagai cara untuk memohon perlindungan dari penyakit dan gangguan gaib," jelas Samsuriati, saat ditemui di lokasi pertunjukan, Minggu (11/1).
Ritual tersebut melibatkan properti seperti dupa, kemenyan, tombak, mayang pinang, dan air tepung tawar yang dipercikkan untuk menolak bala.
Tari Gubang menggambarkan proses pengobatan yang dilakukan oleh tabib atau dukun dengan berbagai gerakan khas yang penuh simbolisme.
Gerakan Tari yang Penuh Makna
Setiap gerakan dalam Tari Gubang menggambarkan berbagai aspek kehidupan masyarakat pesisir.
Salah satu gerakan yang paling khas adalah "gerak sembah," yang menunjukkan penghormatan kepada tamu.
Gerakan ini dilakukan dengan posisi tubuh merendah, kepala tertunduk, dan kedua tangan bertemu di dada.
Gerakan lainnya, seperti mempersilakan tamu dan memeriksa tamu, menggambarkan bagaimana masyarakat Melayu menyambut dan menghormati kedatangan orang asing dengan tulus.
Samsuriati juga menambahkan, "Tari Gubang menggambarkan kehidupan nelayan, mulai dari merajut jala, persiapan melaut, hingga kegembiraan ketika layar perahu sudah siap dikembangkan."
Makna Ritual dalam Kehidupan Masyarakat
Kehadiran Tari Gubang juga erat kaitannya dengan sejarah Kesultanan Melayu Asahan yang berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan perikanan sejak abad ke-16. Di masa itu, mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan.
Kata "gubang" sendiri berasal dari dialek Melayu yang merujuk pada perahu kecil atau sampan, yang biasa digunakan nelayan untuk mencari ikan. Dari sinilah, tarian ini mengadopsi nama tersebut.
Dalam pertunjukan Tari Gubang, penari menggambarkan adegan-adegan seperti orang yang sedang sakit, yang kemudian dikelilingi oleh tabib yang menggoyangkan mayang pinang untuk mengusir penyakit dan energi negatif.
Properti tombak emas yang digunakan oleh tabib juga memiliki makna simbolik yang terkait dengan keahlian nelayan serta kesakralan ritual pengobatan.
Pentingnya Pelestarian Tari Gubang
Tari Gubang kini sering dipertunjukkan dalam berbagai acara budaya di Kabupaten Asahan, bahkan setiap tahun ada festival khusus yang menampilkan tarian ini.
"Generasi muda harus semakin peduli dan berperan dalam melestarikan Tari Gubang," kata Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Kabupaten Asahan.
Menurutnya, integrasi Tari Gubang ke dalam pendidikan formal dan pengadaan festival kebudayaan adalah cara yang efektif untuk menjaga agar budaya Melayu tetap hidup di kalangan anak muda.
Tari Gubang, dengan segala keindahan dan nilai historis yang terkandung di dalamnya, bukan hanya menjadi warisan budaya yang patut dibanggakan, tetapi juga menjadi simbol jati diri masyarakat Melayu yang tidak akan pernah hilang meskipun zaman terus berubah.
Tari Gubang bukan hanya sekadar hiburan, tetapi sebuah representasi dari perjalanan sejarah, spiritualitas, dan kehidupan masyarakat pesisir Melayu Tanjungbalai-Asahan.
Melalui kesenian ini, masyarakat berharap agar budaya Melayu terus dilestarikan dan dihargai oleh generasi mendatang.
Dengan adanya festival tahunan dan upaya integrasi budaya ke dalam pendidikan, Tari Gubang akan terus menjadi bagian penting dari identitas budaya Indonesia.*
(mi/ad)
MEDAN Timnas U19 Thailand akhirnya berhasil mengubur impian Malaysia memetik lemenangan pada babak kedua Piala AFF U19 2026 di Stadion M
OLAHRAGA
MEDAN Timnas Thailand U19 memastikan satu tempat di babak semifinal ASEAN U19 Boys&039 Bank Sumut Championship 2026 atau Piala AFF U
OLAHRAGA
JAKARTA Kejaksaan Agung melimpahkan tersangka mantan Komisioner Ombudsman berinisial HS beserta barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum Keja
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah masih mengkaji sejumlah skema pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk opsi pelibatan kantin sekolah
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Ra
ENTERTAINMENT
ASAHAN Ketua TPPKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, melakukan monitoring kegiatan lomba dalam rangka Hari Kesatuan Gerak
PEMERINTAHAN
ASAHAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, mewakili Bupati Asahan menyampaikan jawaban pemerintah daerah atas pandangan umum fraksifraksi DPRD
PEMERINTAHAN
MEDAN Kejaksaan Negeri Langkat berencana menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Faisal Hasrimy, sebagai saksi dalam perkara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Timnas U19 Thailand dan Timnas U19 Malaysia bermain imbang 22 di babak pertama pada laga Piala AFF U19 2026 di Stadion MadyaI,
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah menjalankan program pemulihan lahan pertanian di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara,
EKONOMI