Diterjang Angin Kencang, Pohon Besar Tumbang Blokir Jalan di Tanah Lapang Merdeka Binjai
BINJAI Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebatang pohon besar tumbang di kawasan Tanah Lapang Merdeka, Kota Binjai, Kamis (30
PERISTIWA
JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan tidak akan menerima pertemuan dengan pengelola dapur, mitra, maupun supplier program Makan Bergizi Gratis (MBG) di ruang kerjanya. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai upaya menjaga transparansi sekaligus menghindari munculnya dugaan atau fitnah terkait pelaksanaan program.
Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat konferensi pers di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).
"Saya pribadi membatasi orang-orang yang barangkali dia punya dapur, dia mitra, dia supplier lah, dia entah apa lah begitu, saya membatasi untuk tidak saya terima di ruangan saya," ujar Sudaryono.Baca Juga:
Menurutnya, meskipun belum tentu ada pembahasan yang melanggar etika dalam sebuah pertemuan, menerima pihak-pihak yang memiliki kepentingan di ruang kerja berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
"Belum tentu kalau saya terima itu kemudian saya bicara hal-hal yang tidak etis, tapi kalau saya terima, itu membuat orang menduga-duga. Jadilah yang namanya fitnah," katanya.
Sebagai solusi, BGN telah meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu yang menjadi wadah resmi bagi masyarakat, mitra, maupun pihak berkepentingan untuk menyampaikan aspirasi, pengaduan, dan berbagai keperluan administrasi terkait program MBG.
Sudaryono mengatakan, keberadaan pusat layanan tersebut merupakan bentuk komitmen BGN dalam memperkuat tata kelola yang transparan dan mencegah potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
"Kita maunya terang benderang, tidak ada yang sembunyi-sembunyi, tidak ada yang diam-diam, tidak ada yang gelap-gelap, semuanya harus terang benderang," tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran BGN, mulai dari pejabat eselon I hingga eselon II, agar tidak menerima pertemuan tertutup dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap program MBG.
Menurut Sudaryono, seluruh komunikasi dengan mitra harus dilakukan melalui mekanisme resmi sehingga akuntabilitas dan profesionalisme lembaga tetap terjaga.
"Saya ingin Badan Gizi ini memiliki standar layanan yang betul-betul andal. Jadi pusat pelayanan terpadu itu adalah tempat curhatnya orang, tempat mengadu orang," ujarnya.
BGN berharap langkah tersebut mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memastikan seluruh proses pelayanan dan pelaksanaan program MBG berjalan secara terbuka, profesional, dan bebas dari praktik yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.* (k/dh)
BINJAI Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebatang pohon besar tumbang di kawasan Tanah Lapang Merdeka, Kota Binjai, Kamis (30
PERISTIWA
TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina, menerima audiensi dari Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Sebuah kisah inspiratif kembali terukir dari pasangan kader Muhammadiyah dan Aisyiyah Aceh, Dr. H. Muhammad Yamin Abduh, S.E.,
SOSOK
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan dukungannya agar Sumut menjadi tuan rumah Asian Women U20 Vo
OLAHRAGA
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak semestinya dibebankan kepada anggaran
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, menyatakan penahanan kliennya
HUKUM DAN KRIMINAL
BATANG Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya telah mengirim sejumlah tim ke berbagai negara untuk mempelajari praktik terb
PEMERINTAHAN
BATANG Presiden Prabowo Subianto meresmikan pelaksanaan akad massal 62.710 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang digelar serentak
PEMERINTAHAN
JAKARTA Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) merespons positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian permoho
NASIONAL
BATANG Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh bangsa Indonesia untuk siap secara mental menghadapi kemungkinan meluasnya perang di
POLITIK