BREAKING NEWS
Senin, 26 Januari 2026

Fadli Zon Aktifkan Kembali Rumah Puisi Taufiq Ismail, Kini Jadi Museum Sastra Indonesia

Abyadi Siregar - Minggu, 25 Januari 2026 10:36 WIB
Fadli Zon Aktifkan Kembali Rumah Puisi Taufiq Ismail, Kini Jadi Museum Sastra Indonesia
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan aktivasi kembali Rumah Puisi Taufiq Ismail di Padang Panjang, Sumatera Barat, Minggu (25/1/2026). (foto: Dok. Kemenbud)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANG PANJANG – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan aktivasi kembali Rumah Puisi Taufiq Ismail di Padang Panjang, Sumatera Barat, Minggu (25/1/2026).

Aktivasi ini menegaskan peran Rumah Puisi yang berdiri sejak 2008 sebagai ruang belajar, museum sastra, dan pusat budaya bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Fadli menegaskan bahwa acara ini bukan peresmian baru, melainkan peluncuran kembali fungsi Rumah Puisi sebagai ruang publik.

Baca Juga:

"Rumah Puisi ini memiliki sejarah panjang. Banyak sastrawan dan budayawan besar pernah hadir dan berkegiatan di sini," ujar Fadli.

Sejak tahun lalu, Rumah Puisi tidak hanya menjadi tempat apresiasi karya Taufiq Ismail, tetapi berkembang menjadi Museum Sastra Indonesia.

Museum ini memamerkan berbagai memorabilia sastra, termasuk mesin ketik para sastrawan, tulisan tangan HB Jassin, arsip rekaman pembacaan puisi, hingga perpustakaan karya sastrawan Indonesia.

"Rumah Puisi Taufiq Ismail merupakan salah satu kantong budaya yang hidup. Kami berharap tempat ini melahirkan penyair dan sastrawan baru, sekaligus menjadi pusat edukasi, budaya, dan ruang ekspresi yang berkelanjutan," lanjut Fadli.

Sastrawan Taufiq Ismail menyampaikan rasa syukur dan haru atas transformasi Rumah Puisi menjadi museum.

"Museum ini bukan sekadar bangunan penyimpanan kertas tua, melainkan rumah ingatan bagi peradaban bangsa. Semoga terus menyalakan pelita literasi di tengah arus zaman yang kian menderu," ujarnya.

Aktivasi ruang publik ini diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Sumatera Barat agar tetap terhubung dengan akar budaya.

Menurut Taufiq, sastra adalah kompas nurani yang menjaga kepekaan dan martabat bangsa.

Acara ini dihadiri jajaran pejabat daerah, seniman, budayawan, dan pegiat budaya, termasuk Asisten I Provinsi Sumbar Ahmad Zakri, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Syaiful Bahri, serta Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan Kemenbud Feri Arlius.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rahasia Alam Sumut: 8 Danau yang Bikin Liburanmu Tak Terlupakan
Suku Karo Pertahankan Tradisi Erlau-Lau: Ritual Unik Memanggil Hujan di Tanah Dataran Tinggi Sumut
46 Negara Hadir dalam ASEAN Plus Cadet Sail 2026 yang Digelar di Sumut, Pemprov Manfaatkan untuk Promosi Budaya dan Pariwisata
Mengenal Repika Batu Tettal, Simbol Etika dan Hukum Adat Pakpak
Konflik Panjang Kraton Solo, Pemerintah Intervensi Fokus pada Perlindungan Cagar Budaya dan Dana Hibah
Kejaksaan Geledah Kantor Dispora Labuhanbatu, Dugaan Korupsi Dana Pramuka Mengemuka
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru