Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Meski permintaan tinggi—konsumen harus menunggu hingga dua minggu—pemerintah berupaya menyediakan dukungan dari hulu ke hilir, termasuk bibit kelapa genjah, perizinan BPOM, dan kemudahan Bea Cukai.
Koster menekankan, Hari Arak Bali bukan ajang konsumsi berlebihan, melainkan momentum untuk mendorong produk lokal berdaya saing tinggi.
"Konsumsi harus bertanggung jawab, baik untuk kesehatan maupun kebutuhan upacara," tegasnya.
Acara ini dihadiri Ketua Dekranasda Bali, Putri Suastini Koster, serta berbagai pelaku usaha dan perajin arak Bali, menandai komitmen bersama menjaga dan mengembangkan produk budaya lokal menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
"Selamat Hari Arak Bali ke-6. Mari dorong ekosistem Arak Bali secara utuh, agar produk lokal kita mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional," tutup Gubernur Koster.*
(ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.