Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PADANG LAWAS, SUMUT – Di tengah hamparan perkebunan sawit yang membentang di Padang Lawas, Sumatera Utara, tersimpan sisa-sisa peradaban yang pernah menggetarkan jalur perdagangan Asia Tenggara.
Jejak Kerajaan Pannai abad ke-11 itu kini dikenal dengan sebutan "Candi Sawit", kompleks percandian dan biara yang masih menyimpan misteri spiritual dan arsitektur kuno.
Meski lokasinya jauh dari pusat kota, situs ini memiliki nilai sejarah tinggi.Baca Juga:
Koleksi Museum Negeri Sumatera Utara menyimpan dokumentasi lengkap, termasuk arca-arca Bhairava, fragmen arca gajah, dan arca buaya yang menjadi saksi bisu kecanggihan seni dan kepercayaan religius masa itu.
Salah satu situs utama adalah Biara Sipamutung, yang terletak di Desa Siparau, Kecamatan Barumun Tengah, sementara Biara Bahal III berada di Desa Bahal, Portibi.
Kompleks ini menampilkan pagar keliling luas dan bangunan bata merah yang tetap kokoh meski dikepung perkebunan sawit dan pemukiman modern.
Arkeolog F.M. Schnitger mencatat bahwa kawasan ini merupakan pusat aliran Buddhisme Vajrayana atau Tantrayana, yang sarat simbolisme filosofis dan spiritual.
Bahkan, Kerajaan Pannai tercatat dalam prasasti India Selatan, Prasasti Tanjore (1030 M), sebagai wilayah strategis yang sempat digempur Raja Rajendra Chola I dari Colamandala.
Menurut peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Bambang Budi Utomo, Pannai memiliki pengaruh internasional meski skalanya lebih kecil dibanding kerajaan besar di Jawa.
Sayangnya, banyak situs asli kini hanya berupa gundukan tanah atau fondasi bata yang terjepit akar sawit.
Kehadiran Candi Sawit menjadi pengingat bahwa Sumatera Utara pernah menjadi pusat peradaban maritim dan spiritual yang mampu membangun struktur kompleks hanya dengan bata merah, tanpa semen, berlandaskan keyakinan religius yang mendalam.
"Menelusuri sejarah Padang Lawas adalah menyingkap lapisan peradaban yang tersembunyi di balik sawit. Candi Sawit bukan sekadar artefak, tetapi saksi kejayaan masa lalu yang patut dilestarikan," ujar Bambang.*
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL