BREAKING NEWS
Sabtu, 07 Maret 2026

Putri Koster Dorong Generasi Muda Belajar Nilai Hidup dari Seni Rupa, Pameran Tutur Ayu Jadi Media Refleksi Budaya

Fira - Sabtu, 07 Maret 2026 12:52 WIB
Putri Koster Dorong Generasi Muda Belajar Nilai Hidup dari Seni Rupa, Pameran Tutur Ayu Jadi Media Refleksi Budaya
Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster saat membuka Pameran Seni Rupa bertajuk “Tutur Ayu” yang digelar Komunitas Soko Guru di Griya Santrian Art Gallery, Sanur, Jumat (6/3/2026) malam. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DENPASAR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menegaskan bahwa pariwisata Bali harus tetap berakar pada budaya.

Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Pameran Seni Rupa bertajuk "Tutur Ayu" yang digelar Komunitas Soko Guru di Griya Santrian Art Gallery, Sanur, Jumat (6/3/2026) malam.

Menurut Putri Koster, budaya merupakan fondasi utama yang memberikan keunikan, nilai jual, dan jati diri Bali.

Baca Juga:

Tanpa akar budaya yang kuat, Bali berisiko kehilangan daya tariknya sekaligus mengalami krisis identitas.

"Ruang-ruang perupa itu masih ada. Idealisme dan tutur-tutur bisa diguratkan lewat karya-karya seni. Saya berharap para seniman perupa Bali tetap memiliki idealisme yang tinggi," ujar Putri Koster.

Pameran "Tutur Ayu" menampilkan 18 karya lukisan dari tiga perupa Bali yang juga dikenal sebagai guru seni, yakni Ketut Marra, I Wayan Santrayana, dan I Gede Budiartha.

Tema "Tutur Ayu" merujuk pada wejangan atau petuah dalam kehidupan masyarakat Bali yang menjadi landasan moral dan kebijaksanaan bagi generasi penerus.


Putri Koster menekankan bahwa, di tengah perkembangan zaman dan teknologi, Bali harus tetap menjaga nilai-nilai budaya agar tetap ajeg dan lestari, sambil menyesuaikan diri dengan kemajuan global.

Sementara itu, pemerhati seni I Made Susanta Dwitanaya menyebut pameran ini merupakan refleksi panjang pengabdian para seniman yang menyalurkan nilai pengetahuan dan filosofi Bali melalui karya-karya mereka.

"Dalam perjalanan panjang pengabdian, ada jejak-jejak sunyi yang tak pernah benar-benar selesai dituliskan. Ada jejak yang terus hidup melalui karya, nilai, dan ketulusan berbagi pengetahuan," jelasnya.

Pameran ini menghadirkan ruang refleksi sekaligus edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda Bali, agar terus menghargai nilai-nilai kebudayaan yang diwariskan.*

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Dukung Menteri PU Kejar Kerugian Negara Rp 1 Triliun
Sebagian Besar Wilayah Bali Diprakirakan Hujan Ringan Hari Ini
Ketegangan Timur Tengah Meningkat! UEA Klaim Cegat 9 Rudal Balistik dan 109 Drone Iran
Jelang Libur Nyepi dan Idul Fitri, Polda Bali Sinergi dengan Masyarakat dan Operator Fastboat untuk Keamanan Penyeberangan Sanur–Nusa Penida
Gubernur Bali Wayan Koster Tegaskan Desa dan Kelurahan Harus Disiplin Kelola Sampah Berbasis Sumber
Putri Koster Ajak Masyarakat Buleleng Kelola Sampah dari Rumah, Sambut Aksi “Bergerak dan Berbagi”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru