BREAKING NEWS
Minggu, 21 Juni 2026

Tak Banyak yang Tahu! Rumah Tua di Berastagi Ini Pernah Jadi Tempat Pengasingan Soekarno, Haji Agus Salim, dan Sutan Sjahrir

Dharma - Senin, 09 Maret 2026 12:45 WIB
Tak Banyak yang Tahu! Rumah Tua di Berastagi Ini Pernah Jadi Tempat Pengasingan Soekarno, Haji Agus Salim, dan Sutan Sjahrir
Monumen Bung Karno Berastagi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARO — Sebuah rumah tua bergaya kolonial di kawasan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyimpan jejak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Bangunan tersebut pernah menjadi tempat pengasingan tiga tokoh nasional, yakni Soekarno, Haji Agus Salim, dan Sutan Sjahrir pada masa revolusi kemerdekaan.

Dalam unggahan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II, rumah tersebut disebut memiliki nilai sejarah penting bagi perjalanan Republik Indonesia.

Baca Juga:

"Rumah ini memiliki nilai penting bagi Republik Indonesia. Tahun 1948 Soekarno, Agus Salim dan Sjahrir pernah diasingkan dan ditempatkan di rumah ini oleh Belanda," tulis lembaga tersebut dalam keterangan yang dikutip pada Senin, 9 Maret 2026.

Awalnya Rumah Peristirahatan Pegawai Kolonial

Bangunan tersebut diperkirakan telah berdiri sejak awal abad ke-20, bersamaan dengan berkembangnya industri perkebunan di wilayah pesisir timur Sumatra.

Pada masa itu, Berastagi dikenal sebagai kawasan peristirahatan bagi pejabat kolonial Belanda karena udaranya yang sejuk di dataran tinggi.

Rumah tersebut awalnya dikenal sebagai Pasanggrahan, yakni rumah peristirahatan yang berada di kawasan wisata berhawa dingin.

"Rumah pengasingan Soekarno ini awalnya merupakan rumah peristirahatan yang dikenal dengan nama Pasanggrahan di Desa Lau Gumba," tulis Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II.

Istilah pasanggrahan sendiri diserap pemerintah kolonial Belanda untuk menyebut rumah peristirahatan yang dibangun di daerah pegunungan atau kawasan yang dianggap cocok untuk berlibur.

Catatan sejarah menyebut kawasan Berastagi mulai berkembang sebagai daerah vila dan tempat peristirahatan sejak awal 1900-an.

Perusahaan-perusahaan perkebunan di kawasan Deli bahkan mulai membangun vila di Berastagi sejak tahun 1907.

Menjadi Tempat Pengasingan Tokoh Republik

Fungsi bangunan ini berubah pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia.

Pada tahun 1948, pemerintah kolonial Belanda menggunakan rumah tersebut untuk menempatkan sejumlah tokoh penting Republik Indonesia dalam pengasingan.

Di rumah inilah Soekarno, Agus Salim, dan Sutan Sjahrir pernah ditempatkan oleh Belanda di tengah dinamika politik dan militer yang berlangsung setelah proklamasi kemerdekaan.

Peristiwa tersebut menjadi bagian dari rangkaian konflik antara Indonesia dan Belanda dalam mempertahankan kemerdekaan.

Kisah pengasingan ini juga menghubungkan sejarah dua kota di Sumatera Utara, yakni Berastagi dan Parapat, yang sama-sama memiliki jejak sejarah perjuangan republik.

Arsitektur Kolonial Bergaya Tropis

Dari sisi arsitektur, bangunan tersebut mencerminkan karakter rumah kolonial yang menyesuaikan dengan iklim tropis.

Desainnya ditandai dengan atap miring yang lebar, bukaan jendela besar, serta tata ruang yang sederhana namun fungsional.

Struktur bangunan memadukan dinding batu bata dan kayu dengan atap genteng.

Beberapa bagian bangunan kini dilaporkan mengalami kerusakan akibat faktor usia serta perubahan material pada sejumlah bagian interior.

Kini Berstatus Cagar Budaya Nasional

Pemerintah telah menetapkan bangunan Pasanggrahan Berastagi sebagai Cagar Budaya Nasional melalui keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 2024.

Penetapan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan dengan nomor SK CBN: 432/M/2024.

Status ini diharapkan dapat menjaga keberadaan bangunan sebagai bagian dari memori sejarah bangsa.

Rumah pengasingan di Berastagi bukan sekadar bangunan tua. Ia menjadi saksi bisu perjalanan tiga tokoh penting Indonesia dalam masa revolusi yang penuh pergolakan.*


(d/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kapolda Aceh Masak Kuah Beulangong Bersama Warga Sambut Khanduri Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman
Wagub Aceh Dampingi Menbud Fadli Zon, Tinjau Kota Tua Kualasimpang dan Istana Benuaraja serta Serahkan Bantuan
DPRD Sumsel Anggarkan Rp 486,9 Juta untuk Dua Meja Biliar di Rumah Dinas
Bupati Batu Bara Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Tahfiz di Desa Pulau Sejuk
Dunia Musik Tanah Air Berduka, Donny Fattah Bassist God Bless Wafat di Usia 77 Tahun
Putri Koster Dorong Generasi Muda Belajar Nilai Hidup dari Seni Rupa, Pameran Tutur Ayu Jadi Media Refleksi Budaya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru