Prabowo Incar Keuntungan Danantara Jadi Cadangan APBN, Skemanya Masih Digodok
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto berencana mengalihkan sebagian keuntungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) u
PEMERINTAHAN
KARO — Sebuah rumah tua bergaya kolonial di kawasan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyimpan jejak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Bangunan tersebut pernah menjadi tempat pengasingan tiga tokoh nasional, yakni Soekarno, Haji Agus Salim, dan Sutan Sjahrir pada masa revolusi kemerdekaan.
Dalam unggahan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II, rumah tersebut disebut memiliki nilai sejarah penting bagi perjalanan Republik Indonesia.Baca Juga:
"Rumah ini memiliki nilai penting bagi Republik Indonesia. Tahun 1948 Soekarno, Agus Salim dan Sjahrir pernah diasingkan dan ditempatkan di rumah ini oleh Belanda," tulis lembaga tersebut dalam keterangan yang dikutip pada Senin, 9 Maret 2026.
Awalnya Rumah Peristirahatan Pegawai Kolonial
Bangunan tersebut diperkirakan telah berdiri sejak awal abad ke-20, bersamaan dengan berkembangnya industri perkebunan di wilayah pesisir timur Sumatra.
Pada masa itu, Berastagi dikenal sebagai kawasan peristirahatan bagi pejabat kolonial Belanda karena udaranya yang sejuk di dataran tinggi.
Rumah tersebut awalnya dikenal sebagai Pasanggrahan, yakni rumah peristirahatan yang berada di kawasan wisata berhawa dingin.
"Rumah pengasingan Soekarno ini awalnya merupakan rumah peristirahatan yang dikenal dengan nama Pasanggrahan di Desa Lau Gumba," tulis Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II.
Istilah pasanggrahan sendiri diserap pemerintah kolonial Belanda untuk menyebut rumah peristirahatan yang dibangun di daerah pegunungan atau kawasan yang dianggap cocok untuk berlibur.
Catatan sejarah menyebut kawasan Berastagi mulai berkembang sebagai daerah vila dan tempat peristirahatan sejak awal 1900-an.
Perusahaan-perusahaan perkebunan di kawasan Deli bahkan mulai membangun vila di Berastagi sejak tahun 1907.
Menjadi Tempat Pengasingan Tokoh Republik
Fungsi bangunan ini berubah pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia.
Pada tahun 1948, pemerintah kolonial Belanda menggunakan rumah tersebut untuk menempatkan sejumlah tokoh penting Republik Indonesia dalam pengasingan.
Di rumah inilah Soekarno, Agus Salim, dan Sutan Sjahrir pernah ditempatkan oleh Belanda di tengah dinamika politik dan militer yang berlangsung setelah proklamasi kemerdekaan.
Peristiwa tersebut menjadi bagian dari rangkaian konflik antara Indonesia dan Belanda dalam mempertahankan kemerdekaan.
Kisah pengasingan ini juga menghubungkan sejarah dua kota di Sumatera Utara, yakni Berastagi dan Parapat, yang sama-sama memiliki jejak sejarah perjuangan republik.
Arsitektur Kolonial Bergaya Tropis
Dari sisi arsitektur, bangunan tersebut mencerminkan karakter rumah kolonial yang menyesuaikan dengan iklim tropis.
Desainnya ditandai dengan atap miring yang lebar, bukaan jendela besar, serta tata ruang yang sederhana namun fungsional.
Struktur bangunan memadukan dinding batu bata dan kayu dengan atap genteng.
Beberapa bagian bangunan kini dilaporkan mengalami kerusakan akibat faktor usia serta perubahan material pada sejumlah bagian interior.
Kini Berstatus Cagar Budaya Nasional
Pemerintah telah menetapkan bangunan Pasanggrahan Berastagi sebagai Cagar Budaya Nasional melalui keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 2024.
Penetapan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan dengan nomor SK CBN: 432/M/2024.
Status ini diharapkan dapat menjaga keberadaan bangunan sebagai bagian dari memori sejarah bangsa.
Rumah pengasingan di Berastagi bukan sekadar bangunan tua. Ia menjadi saksi bisu perjalanan tiga tokoh penting Indonesia dalam masa revolusi yang penuh pergolakan.*
(d/ad)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto berencana mengalihkan sebagian keuntungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) u
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid angkat bicara soal isu reshuffle kabinet se
POLITIK
JAKARTA Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap sekitar 300 ribu pecandu narkoba di Indonesia telah terdeteksi. Menurutn
NASIONAL
JAKARTA Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menjadikan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gra
NASIONAL
BATU BARA Warga Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, mengeluhkan kondisi pasokan listrik yang dinilai semakin m
PERISTIWA
BANDA ACEH Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Banda Aceh Dr Sutio Jumagi Akhirno bertemu Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan di Mapolda Aceh,
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumatera Utara Poppy Marulita Hutagalung dimutasi dari jabatannya menjadi kepala bidang. Poppy ki
PEMERINTAHAN
MEDAN Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumatera Utara menempatkan khusus (patsus) Brigadir I setelah mantan istrinya, WLG, dit
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk p
EKONOMI
JAKARTA Tim kuasa hukum mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menduga perkara dugaan korupsi pengelolaan kuota haji berpotensi menutupi
HUKUM DAN KRIMINAL